DESTINASI BANDUNG-Pariwisata Bali Mulai Bergairah, Kemenparekraf Pastikan Protokol Kesehatan dan CHSE Aman dan Nyaman Bagi Wisatawan. Dampak pandemi covid 19 telah melumpuhkan semua sektor di dunia dan juga Indonesia. Salah satu sektor yang terdampak adalah dunia Pariwisata terutama di pulau Bali.
Hal tersebut karena sebagian besar pemasukan bagi masyarakat Bali adalah dari sektor Pariwisata.
Setelah hampir 8 bulan masa pandemi covid 19, perlahan -lahan pariwisata di pulau Bali mulai bergairah kembali.
Destinasi wisata di pulau Bali sekarang mulai berbenah seperti tempat wisata, hotel dan restoran dengan menerapkan standar protokol kesehatan 3M dan juga sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE).

Untuk melihat kesiapan standar protokol kesehatan destinasi wisata dan hotel di Bali Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta Garuda Indonesia mengajak para jurnalis untuk merasakan pengalaman wisata di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke pulau dewata Bali.
Para jurnalis diajak trip ke sejumlah destinasi wisata mulai dari tempat wisata, hotel, restoran di wilayah Ubud, Jatiluwih,Tabanan untuk mengedukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M yakni Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga jarak ketika sedang melakukan kegiatan wisata.

Para jurnalis saat trip ke Bali menggunakan akomodasi maskapai penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Ngurah Rai Bali yang telah menerapkan Standar Protokol Kesehatan yang sangat ketat saat antri untuk pengecekan surat rapid test kemudian di cek suhu tubuh, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
Di dalam pesawat standar protokol kesehatan seperti cabin crew Garuda Indonesia memakai masker dan juga menggunakan sarung tangan.

Selain itu kursi penumpang pesawat #GarudaIndonesia juga di kosong kan satu kursi sehingga jaga jarak antar penumpang dipastikan aman #BecauseYouMatter
Menurut Perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ridwan Belu saat ini pihaknya terus berupaya untuk memulihkan kembali geliat pariwisata di seluruh daerah di Indonesia, terutama Bali.
“Kemenparekraf ingin mengedukasi setiap wisatawan dan masyarakat yang ada di destinasi wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan atau 3M Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus covid 19,”ujar Ridwan Belu Kamis 19 November 2020.

Meskipun sedang berlibur, pemerintah melalui Kemenparekraf dan pelaku wisata setempat berharap bagi wisatawan yang ingin liburan ke Bali tetap menerapkan protokol kesehatan seperti
3M Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga jarak.

Sedangkan Hotel dan Restoran juga harus menerapkan Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE).
Saat Destinasi Bandung dan Media lainnya meninjau tempat wisata, restoran dan hotel semuanya sudah menerapkan standar protokol kesehatan yang cukup ketat.
Seperti di Pura Batuan, Pura Taman Ayun ketika masuk para pengunjung diwajibkan cuci tangan dan cek suhu tubuh serta menjaga jarak.
Saat menginap di Westin Hotel Ubud sebelum masuk hotel para tamu juga di cek suhu tubuh dan wajib cuci tangan.

Di kamar hotel Westin juga terdapat aminities tambahan masker, hand sanitizer dan tisu antiseptik.
Saat trip ke destinasi wisata Jatiluwuh di sepanjang jalan terdapat tempat cuci tangan yang disediakan pengelola.
Begitu juga saat berkunjung ke destinasi wisata Pura Danau Beratan para pengunjung diwajibkan cuci tangan dan cek suhu tubuh.

Kemudian juga saat berkunjung ke restoran dan rumah makan Bebek Bengil para pengunjung diwajibkan mencuci tangan dan cek suhu tubuh.
Bagi yang ingin wisata ke Bali Kemenparekraf berharap para wisatawan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 3 M
Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga jarak.

Selain itu untuk mendukung pariwisata Indonesia bangkit kembali jangan lupa kalau kondisi sudah membaik liburannya #DiIndonesiaAja dan selalu menjaga lingkungan dengan menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata #WonderfulIndonesia.













