DESTINASI BANDUNG – Hasil imbang harus diterima PERSIB Bandung saat mereka menghadapi Dewa United di laga kedua Grup B Piala Presiden 2025. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Si Jalak Harupat, PERSIB unggul lebih dulu sebelum gol penalti di masa tambahan waktu memaksakan skor akhir 1-1.
Sejak kick-off, PERSIB langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Skuad asuhan pelatih lokal ini menekan lawan lewat umpan-umpan pendek dan pergerakan cepat di lini sayap. Namun, pertahanan Dewa United cukup kokoh untuk menghalau setiap ancaman.
Selama 45 menit pertama, kedua tim bermain cukup hati-hati. Walau ada beberapa peluang, terutama dari PERSIB, namun tidak ada gol yang tercipta. Kedua kiper pun tampil disiplin menjaga gawang masing-masing.
Memasuki babak kedua, PERSIB melakukan pergantian strategi. Pelatih memasukkan Adam Alis, Dimas Drajad, dan Berguinho untuk menggantikan beberapa pemain yang tampil di babak pertama. Perubahan ini membawa dampak signifikan pada intensitas serangan.
Baca Juga:Usai Bandung, Bogor Jadi Saksi Keseruan Komunitas Scoopy di Acara Velocreativity
Febri Hariyadi kemudian mengambil alih ban kapten setelah Klok digantikan. Kepemimpinannya di lapangan membantu menjaga ritme permainan PERSIB yang kini tampak lebih hidup dan dinamis.
PERSIB akhirnya membuka keunggulan di menit ke-65. Umpan matang dari Berguinho disambut dengan sepakan keras kaki kiri dari Wiliam Marcilio yang tidak bisa diantisipasi oleh kiper lawan. Stadion bergemuruh merayakan gol tersebut.
Selepas gol itu, PERSIB mulai mengatur tempo untuk mempertahankan keunggulan. Beberapa pemain ditarik keluar dan diganti untuk menjaga keseimbangan tim di lini tengah dan pertahanan.
Namun, di menit-menit akhir pertandingan, suasana berubah drastis. Wasit menunjuk titik putih setelah menilai Dedi Kusnandar melakukan handsball di kotak penalti. Keputusan tersebut memicu protes dari para pemain PERSIB.
Egy Maulana Vikry yang dipercaya sebagai eksekutor tampil tenang dan sukses menjalankan tugasnya. Gol yang tercipta di menit ke-90+3 itu membuat kedudukan menjadi 1-1 dan membuyarkan kemenangan yang sudah di depan mata bagi PERSIB.
PERSIB mencoba membalas di sisa waktu tambahan, tetapi upaya mereka tidak membuahkan hasil. Dewa United justru terlihat lebih agresif, namun skor tak berubah hingga pertandingan berakhir.
Baca Juga:Panduan Wisata Bandung 2025: 10 Destinasi Terfavorit, Harga Tiket dan Lokasi Terbaru
Tambahan satu poin ini membuat PERSIB kini hanya memiliki satu angka dari dua laga. Kondisi tersebut memaksa mereka harus menang di laga terakhir untuk menjaga peluang melaju ke babak selanjutnya.
Laga ini menjadi evaluasi penting bagi pelatih dan tim. Meski bermain dominan, kelengahan di menit akhir kembali menjadi masalah klasik yang menghantui klub kebanggaan Jawa Barat ini.





