DESTINASI BANDUNG- Film ‘Panggil Aku Ayah’ di BEC Bandung: Drama Keluarga yang Mengaduk Emosi, Bikin Penonton Tak Kuasa Menahan Air Mata
Film terbaru besutan Visinema Studios, Panggil Aku Ayah, sukses mengguncang emosi penonton saat tayang perdana di bioskop. Salah satunya di CGV Bandung Electronic Center (BEC) kota Bandung Minggu 3 Agustus 2025, suasana emosional begitu terasa selepas pemutaran. Banyak penonton keluar dengan mata sembab, tak sedikit yang masih menyeka air mata.
Seperti yang dirasakan oleh Rina (35), warga Bandung yang menyaksikan film Panggil Aku Ayah ini bersama keluarganya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku film ini membangkitkan kenangan masa kecil.
“Setelah nonton film Panggil Aku Ayah ini saya jadi ingat orang tua saya, terutama ayah saya yang berkorban untuk keluarga,” ujarnya haru.
Baca Juga: Film Lyora: Penantian Buah Hati Disambut Penuh Haru, Membawa Pesan Optimisme untuk Pejuang Garis Dua
Film Keluarga yang Tumbuh dari Cinta dan Kehadiran, Bukan Sekadar Hubungan Darah
Disutradarai oleh Benni Setiawan, Panggil Aku Ayah merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Pawn, yang kini diproduksi bersama oleh Visinema Studios dan CJ ENM. Film ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 7 Agustus 2025.
Dalam ceritanya, kita akan menyaksikan kisah Intan (Myesha Lin), seorang gadis kecil yang dijadikan jaminan utang oleh ibunya, Rossa (Sita Nursanti). Dua penagih utang, Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir), yang awalnya hanya berniat menyelesaikan urusan finansial, justru terjebak dalam dinamika baru: menjadi figur keluarga bagi anak yang sama sekali tidak punya hubungan darah dengan mereka.
Namun, dari hubungan yang kaku, tumbuh ikatan penuh kehangatan, kasih sayang, bahkan tawa yang tak terduga.
Trailer Resmi Tuai Respons Emosional
Trailer resmi Panggil Aku Ayah telah dirilis dan langsung mencuri perhatian warganet. Poster dan video promosi memperlihatkan bagaimana kehangatan tumbuh dari interaksi antara Dedi, Tatang, dan Intan. Film ini menjanjikan tawa, air mata, dan pelajaran hidup yang menyentuh hati.
“Film ini mengajak kita merenungkan kembali arti rumah dan keluarga bahwa kasih sayang tidak selalu lahir dari ikatan darah, melainkan dari empati, kehadiran, kepedulian, dan ketulusan cinta,” ungkap Anggia Kharisma, produser film sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.
Instalasi Interaktif ‘Panggilan dari Hati’ Menjadi Viral
Sebagai bagian dari promosi film, Visinema menghadirkan instalasi Telepon Umum – ‘Panggilan dari Hati’ di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta. Melalui bilik ini, pengunjung bisa “menelpon” sosok ayah versi mereka. Rekaman video orang-orang yang “curhat” di bilik tersebut menjadi viral di media sosial—menandakan betapa kuatnya ikatan emosional masyarakat terhadap tema keluarga.
Dibintangi Aktor dan Aktris Terbaik Tanah Air
Film ini menghadirkan sederet aktor papan atas, termasuk:
Ringgo Agus Rahman sebagai Dedi – baru saja memenangkan Piala Citra FFI 2024 untuk Pemeran Utama Pria Terbaik
Boris Bokir sebagai Tatang
Myesha Lin sebagai Intan kecil
Tissa Biani sebagai Intan dewasa
Sita Nursanti, Sebryan Yosvien, Totos R, Joe P. Project, Yeyen Lidya, Grace Emanuella, dan banyak lagi
Ringgo menyampaikan bahwa karakter Dedi sangat kompleks namun menyentuh:
“Seorang penagih utang yang tak punya pengalaman jadi orang tua, tapi justru berjuang demi anak yang bahkan bukan darah dagingnya.”
Baca Juga: 1 Hari di Bandung kemana saja? Salah Satunya ke Tempat Wisata Bandung Braga
Sementara Tissa Biani menambahkan:
“Sebagai Intan dewasa, saya merasakan bagaimana luka dan cinta dari masa kecil membentuk cara kita memandang keluarga.”
Gabungan Humor, Haru, dan Pesan Kehidupan
Meski banyak adegan menyentuh, film ini juga menyajikan humor khas dari duo Ringgo-Boris. Dari kelucuan yang natural hingga momen-momen reflektif, Panggil Aku Ayah mengajak penonton tertawa, menangis, lalu diam-diam merenung.
Kenapa Wajib Nonton?
Ceritanya relevan: tentang perjuangan orang tua, keluarga tidak sempurna, dan kasih tanpa syarat.
Penuh emosi: siap membuatmu menangis, terutama jika kamu punya kenangan hangat bersama ayah.
Sinematografi apik dan akting kuat, didukung oleh nama-nama besar.
Nilai lokal yang kuat, meski diadaptasi dari film Korea.***





