DESTINASI BANDUNG – Paragon Pictures menggelar acara meet and greet film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? di Trans Studio Mall (TSM) Bandung, Jumat, 16 Januari 2026.
Acara Meet and Greet ini menjadi ajang pertemuan langsung antara para pemain film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dengan penonton sekaligus media menjelang penayangan film drama religi tersebut.

Empat pemain utama film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? hadir menyapa penggemar, yakni Megan Domani, Gunawan Sudrajat, Annisa Kaila, dan Sheila Kusnadi.
Antusiasme pengunjung mall tampak tinggi sejak siang hari, menunjukkan besarnya ketertarikan publik terhadap film ini.
Dalam sesi wawancara bersama wartawan, Megan Domani secara terbuka membahas keputusannya menerima peran Annisa, karakter istri kedua yang kerap mendapat stigma negatif di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ketertarikannya bukan pada kontroversi, melainkan pada kekuatan cerita yang ditawarkan film ini.
“Aku awal tertarik karena pas baca sinopsisnya aku udah suka banget sama pesan yang mau disampaikan dari film ini. Aku selalu bilang, kalau ngambil peran apapun, aku ambil karena aku suka ceritanya,” ujar Megan, Jumat (16/1/2026).
Lebih lanjut, Megan menjelaskan bahwa Annisa bukan tipikal karakter istri kedua yang sering digambarkan dominan atau merasa menang.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Lembang Bandung untuk Long Weekend, Cocok untuk Keluarga dan Healing
Justru sebaliknya, Annisa hadir sebagai sosok yang penuh empati, rendah hati, dan menyadari posisi dirinya dalam keluarga yang rumit.
“Biasanya kan istri kedua digambarkan merasa menang dan mendominasi. Tapi Annisa itu baik banget, tahu tempat dan posisinya. Dia malah banyak belajar dari Sarah, istri pertama. Jadi kalau dibilang pelakor, menurut aku itu enggak valid. Annisa sangat tahu diri,” tuturnya.
Film ini sendiri menyoroti konflik batin Sarah, seorang perempuan yang harus menerima kenyataan pahit ketika mantan suaminya, Satrio, kembali ke rumah bersama istri barunya.
Keputusan Sarah membuka pintu rumah justru menyeretnya pada tekanan sosial, fitnah, dan konflik dengan sang anak.
Kisah ini menjadi refleksi tentang bagaimana perempuan diuji oleh lingkungan, keluarga, dan dirinya sendiri.
Film ini tidak hanya mengangkat konflik rumah tangga, tetapi juga keberanian, pengorbanan, dan keteguhan iman.
Diproduksi oleh Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment, film ini disutradarai oleh Jay Sukmo dan menjadi kolaborasi Indonesia–Malaysia dengan Astro Shaw.





