Bojan Hodak Murka! PERSIB Gagal Menang Usai Lakukan Kesalahan Fatal Lawan Dewa United

oleh -215 Dilihat
pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. foto: persib.co.id
pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. foto: persib.co.id

DESTINASI BANDUNG – Pelatih PERSIB Bandung, Bojan Hodak, mengaku tidak puas dengan hasil imbang 2-2 saat menghadapi Dewa United pada pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Internasional Banten, Serang, Senin, 20 April 2026, berlangsung sengit dan penuh drama hingga menit akhir.

Dalam pertandingan tersebut, PERSIB sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Namun, semangat juang para pemain Maung Bandung berhasil menyelamatkan tim dari kekalahan melalui dua gol balasan di babak kedua.

Meski mampu bangkit dan menyamakan kedudukan, Hodak tetap menilai timnya seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik, terutama melihat peluang-peluang yang tercipta sepanjang laga.

Baca Juga: Hasil Akhir Dewa United vs Persib 2-2, Maung Bandung Bangkit Dramatis di Babak Kedua

PERSIB Tertinggal Dua Gol Lebih Dulu

Pada babak pertama, Dewa United tampil cukup agresif dan berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan PERSIB. Gol pertama tercipta pada menit ke-24 melalui Alex Martins Ferreira yang berhasil memanfaatkan situasi di depan gawang.

Gol tersebut berawal dari momen ketika pemain PERSIB sempat menghentikan permainan karena mengira bola sudah keluar lapangan. Namun, wasit tetap melanjutkan pertandingan dan situasi tersebut dimanfaatkan oleh pemain Dewa United untuk mencetak gol pembuka.

Memasuki babak kedua, tekanan dari tuan rumah kembali membuahkan hasil. Pada menit ke-61, Ricky Kambuaya berhasil menambah keunggulan Dewa United menjadi 2-0 melalui penyelesaian yang memanfaatkan kesalahan individu pemain PERSIB.

Situasi tersebut membuat PERSIB berada dalam tekanan dan harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.

Baca Juga: rentalaja Resmi Hadir di Bandung, Solusi Sewa Motor Praktis dan Terjangkau

Kebangkitan PERSIB di Menit Akhir

Meski tertinggal dua gol, PERSIB tidak menyerah begitu saja. Tim asuhan Bojan Hodak mulai meningkatkan intensitas serangan untuk mencari celah di lini pertahanan Dewa United.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. PERSIB mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di area kotak terlarang. Thom Haye yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik dan sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Gol tersebut menjadi titik balik bagi PERSIB untuk terus menekan lawan. Semangat para pemain semakin meningkat dan tekanan demi tekanan akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-86.

Gol kedua PERSIB dicetak oleh Andrew Jung melalui tandukan kepala yang memanfaatkan umpan matang dari sisi sayap. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hodak Akui Serangan PERSIB Cukup Baik

Usai pertandingan, Bojan Hodak menilai laga berlangsung menarik dengan banyak peluang dan momen penting yang terjadi sepanjang pertandingan.

Menurutnya, dari sisi penyerangan, timnya tidak tampil terlalu buruk karena mampu mencetak dua gol dan mengejar ketertinggalan. Namun, ia menilai jumlah gol yang dihasilkan seharusnya bisa lebih banyak.

“Pertandingan yang menarik, banyak gol, peluang dan kejadian-kejadian menarik. Dari penyerangan, kami tidak terlalu buruk karena bisa mengejar ketertinggalan jadi imbang. Tapi seharusnya kami bisa membuat lebih banyak gol,” kata Hodak setelah laga.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski mampu menyelamatkan satu poin, pelatih asal Kroasia itu masih melihat adanya potensi yang belum dimaksimalkan oleh para pemainnya.

Kesalahan Pemain Jadi Sorotan Utama

Salah satu hal yang paling disoroti Hodak dalam laga ini adalah kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pemainnya, yang akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh Dewa United.

Ia menilai gol pertama terjadi karena kurangnya konsentrasi pemain yang menganggap bola sudah keluar lapangan, padahal permainan masih berlangsung. Sementara gol kedua dinilai sebagai akibat dari kesalahan individu yang seharusnya dapat dihindari.

“Kami melakukan sejumlah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Gol pertama seperti anak-anak. Kami berhenti bermain karena menganggap bola sudah keluar. Lalu gol kedua yang terjadi karena kesalahan individu,” jelasnya.

Evaluasi terhadap kesalahan-kesalahan tersebut diyakini akan menjadi fokus utama tim pelatih menjelang pertandingan selanjutnya.

Hasil Imbang Jadi Bahan Evaluasi

Hasil imbang ini menjadi pelajaran penting bagi PERSIB untuk meningkatkan konsistensi permainan, khususnya dalam menjaga konsentrasi sepanjang laga. Meski mampu bangkit dari ketertinggalan, kesalahan di lini pertahanan menjadi catatan serius yang harus segera dibenahi.

Dengan kompetisi yang semakin ketat di pekan-pekan akhir Super League 2025/2026, setiap poin menjadi sangat berharga dalam menjaga posisi di klasemen.

Bojan Hodak diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, sehingga PERSIB mampu tampil lebih solid pada pertandingan berikutnya dan kembali meraih hasil maksimal.