Bandung Ricuh Usai May Day 2026, Lampu Lalu Lintas dan Fiber Optik Rusak Parah

oleh -210 Dilihat
Bandung Ricuh Usai May Day 2026, Lampu Lalu Lintas dan Fiber Optik Rusak Parah
Bandung Ricuh Usai May Day 2026, Lampu Lalu Lintas dan Fiber Optik Rusak Parah

DESTINASI BANDUNG – Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Bandung pada 1 Mei 2026 berlangsung damai sepanjang siang hari. Namun suasana berubah mencekam pada malam hari ketika aksi ricuh terjadi di kawasan Dago Cikapayang.

Sejak pagi, aparat gabungan telah bersiaga untuk mengawal jalannya peringatan May Day. Apel pengamanan digelar di Polrestabes Bandung sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

Hingga sore hari, tidak ditemukan gangguan berarti. Massa buruh tidak menunjukkan aksi besar, dan kondisi kota tetap terkendali. Namun menjelang petang, aktivitas mulai meningkat dengan adanya orasi di sekitar Gedung Sate.

Baca Juga:rentalaja Resmi Hadir di Bandung, Solusi Sewa Motor Praktis dan Terjangkau

Aksi tersebut sempat memicu perhatian karena adanya pembakaran ban. Meski demikian, massa akhirnya membubarkan diri tanpa kericuhan besar.

Situasi berubah drastis saat malam hari. Sekelompok orang yang diduga bagian dari kelompok Anarko mulai melakukan aksi anarkis di kawasan Dago. Mereka membakar berbagai fasilitas dan memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Kericuhan semakin meluas setelah massa dari arah lain bergabung. Aparat kepolisian langsung melakukan tindakan cepat untuk mengendalikan situasi.

Brimob berhasil membubarkan massa dan mengamankan lokasi. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran segera memadamkan api agar tidak meluas ke area lain.

Dampak kerusuhan cukup besar, terutama pada infrastruktur lalu lintas. Lampu lalu lintas dan jaringan fiber optic mengalami kerusakan parah dengan estimasi mencapai 75 persen.

Kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan langsung melakukan penanganan darurat agar lalu lintas tetap berjalan.

Kapolda Jawa Barat menyatakan bahwa sejumlah pelaku telah diamankan. Polisi masih mendalami keterlibatan mereka serta motif di balik aksi tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa kerusuhan ini tidak terkait dengan aksi buruh resmi. Kelompok tersebut tidak menyampaikan aspirasi, melainkan melakukan perusakan.

Pemkot Bandung mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas umum agar kejadian serupa tidak terulang.