DESTINASI BANDUNG – Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 kembali digelar sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, agenda tahunan ini hadir dengan konsep yang lebih kolaboratif dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, pusat perbelanjaan, hingga komunitas ekonomi kreatif.
Program yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung tersebut diharapkan mampu melanjutkan tren positif yang telah tercipta pada tahun-tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Bulan Belanja Bandung berhasil mencatatkan perputaran ekonomi mencapai Rp101,07 miliar. Angka tersebut menjadi indikator bahwa kegiatan ini memiliki kontribusi nyata dalam menggerakkan sektor perdagangan dan konsumsi masyarakat.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan BBB 2026 merupakan kelanjutan dari keberhasilan program serupa yang telah berlangsung sebelumnya. Menurutnya, rangkaian kegiatan tahun ini dirancang lebih menarik dan melibatkan lebih banyak pihak agar manfaat yang dihasilkan semakin luas.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Hotel Dekat Braga Bandung, Strategis untuk Liburan dan Wisata Kuliner
Ia mengatakan bahwa Bulan Belanja Bandung tidak hanya berfokus pada peningkatan transaksi ekonomi semata, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi produk-produk lokal yang dihasilkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Bandung. Melalui program ini, para pelaku usaha mendapatkan kesempatan lebih besar untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan BBB 2026 berlangsung selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026. Berbagai agenda telah disiapkan untuk menarik partisipasi masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan di Kota Bandung.
Kegiatan diawali dengan Pasar Kreatif Bandung yang berlangsung mulai 8 Juni hingga 2 Agustus 2026. Program ini menjadi ajang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memamerkan berbagai produk unggulan, mulai dari fesyen, kerajinan tangan, hingga kuliner khas Bandung.
Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan Indonesia Shopping Festival (ISF) yang digagas oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Festival ini menghadirkan berbagai promo dan diskon menarik di sejumlah pusat perbelanjaan yang berpartisipasi.
Selain ISF, masyarakat juga dapat menikmati program Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang diselenggarakan oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat belanja masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor ritel.
Puncak acara Bulan Belanja Bandung 2026 akan ditandai dengan penyelenggaraan Bandung Great Sale pada 21 hingga 23 Agustus 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan pusat perbelanjaan modern, tahun ini Bandung Great Sale akan digelar di kawasan Laswi Heritage.
Baca Juga: 10 Wisata Malam Bandung yang Selalu Ramai Pengunjung, Cocok untuk Nongkrong hingga Berburu Kuliner
Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih terbuka dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Selain menawarkan berbagai promo produk unggulan, acara ini juga akan menjadi sarana promosi besar-besaran bagi sektor kuliner, fesyen, dan ekonomi kreatif Kota Bandung.
Menurut Ronny, tujuan utama dari penyelenggaraan BBB adalah meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal. Program ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar UMKM agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Selain aspek ekonomi, Bulan Belanja Bandung juga memiliki dampak positif terhadap sektor pariwisata. Pemerintah Kota Bandung menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan selama rangkaian acara berlangsung. Kehadiran wisatawan diharapkan dapat memberikan efek berantai terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai usaha pendukung lainnya.
Kolaborasi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan BBB 2026. Disdagin Kota Bandung menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, asosiasi usaha, pelaku industri kreatif, hingga sektor perhotelan dan kuliner. Sinergi tersebut dilakukan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan oleh lebih banyak sektor.
Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, Pemerintah Kota Bandung optimistis Bulan Belanja Bandung dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Sebelumnya, Kota Bandung mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen pada 2025.
Melalui berbagai program yang telah disiapkan, Bandung diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata belanja, kuliner, dan fesyen unggulan di Indonesia.
Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pelaku usaha, Bulan Belanja Bandung 2026 diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai pusat ekonomi kreatif nasional.





