Bulan Belanja Bandung 2026 Resmi Dimulai, Pasar Kreatif Dorong UMKM Naik Kelas

oleh -27 Dilihat
Bulan Belanja Bandung 2026 resmi dimulai. Pasar Kreatif Bandung menjadi ajang promosi ratusan UMKM lokal dan penggerak ekonomi kota
Bulan Belanja Bandung 2026 resmi dimulai. Pasar Kreatif Bandung menjadi ajang promosi ratusan UMKM lokal dan penggerak ekonomi kota

DESTINASI BANDUNG – Bulan Belanja Bandung 2026 resmi dibuka dengan penyelenggaraan Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java Mall pada Senin, 8 Juni 2026. Program yang digagas Pemerintah Kota Bandung tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota wisata belanja dan pusat industri kreatif.

Pembukaan acara ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi peserta utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Pasar Kreatif Bandung diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi kreatif Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa Bulan Belanja Bandung merupakan strategi jangka panjang yang dirancang untuk menjaga roda perekonomian tetap bergerak sepanjang musim wisata. Program ini berlangsung dari Juni hingga Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai festival belanja yang melibatkan pusat perbelanjaan, pelaku usaha, dan masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Bandung Cari Terobosan Baru Usai Pengajuan Darurat Sampah Tidak Disetujui

Menurut Farhan, Pasar Kreatif Bandung menjadi salah satu agenda unggulan yang mampu mempertemukan produk lokal dengan konsumen secara langsung. Selain meningkatkan transaksi penjualan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi bagi UMKM untuk memperkenalkan kualitas produknya kepada wisatawan.

Ia menilai momentum kebangkitan sektor pariwisata harus dimanfaatkan secara maksimal, terutama dengan rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang berpotensi meningkatkan jumlah wisatawan ke Kota Bandung.

Farhan menegaskan, wisatawan yang datang ke Bandung perlu mendapatkan pengalaman belanja yang berkesan. Oleh karena itu, pelaku usaha dituntut menghadirkan produk kreatif yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki nilai emosional dan karakter khas Bandung.

“Kreativitas adalah kekuatan utama Bandung. Produk yang memiliki identitas dan cerita akan lebih mudah menarik perhatian konsumen,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara permintaan pasar dan ketersediaan barang. Tingginya daya beli masyarakat harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi agar tidak memicu kenaikan harga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengungkapkan bahwa Pasar Kreatif Bandung 2026 melibatkan 339 pelaku usaha. Jumlah tersebut terdiri atas 169 pelaku usaha fesyen, 78 kriya, dan 92 kuliner.

Menariknya, sekitar 40 persen peserta merupakan wajah baru yang mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Program Pasar Kreatif Bandung akan berlangsung secara bergiliran di delapan pusat perbelanjaan hingga awal Agustus 2026. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, kegiatan serupa berhasil membukukan omzet hingga Rp10,1 miliar, menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari sektor UMKM.

Selain Pasar Kreatif Bandung, Bulan Belanja Bandung juga menghadirkan Indonesia Shopping Festival, Hari Belanja Diskon Indonesia, dan Bandung Great Sale sebagai puncak rangkaian acara. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola pusat perbelanjaan, program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.