Yamaha Jawa Barat Gelar Workshop Digital Community, Perkuat Kapasitas Komunitas Di Era Digital

oleh -10 Dilihat
Yamaha Jawa Barat Gelar Workshop Digital Community, Perkuat Kapasitas Komunitas Di Era Digital
Yamaha Jawa Barat Gelar Workshop Digital Community, Perkuat Kapasitas Komunitas Di Era Digital

DESTINASI BANDUNG – Yamaha Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan komunitas pengguna Yamaha melalui penyelenggaraan Workshop Digital Community yang berlangsung selama dua hari, pada 6–7 Juni 2026 di Yamaha Flagship Shop Bandung.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus pengembangan kapasitas komunitas dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital.

Workshop yang diikuti oleh lebih dari 50 peserta ini dibagi dalam dua sesi berbeda. Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan menggabungkan peserta online dan offline.

Peserta online diikuti oleh perwakilan komunitas Yamaha dari berbagai wilayah di Indonesia yang tergabung dalam Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) Nasional, sementara peserta offline merupakan perwakilan komunitas
dari berbagai wilayah yang berada dalam naungan YRFI Jawa Barat.

Baca Juga: Lautan Penonton di Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge Landak Kalbar, 10 Ribu Penonton Padati Lokasi !

Memasuki hari kedua, workshop diikuti oleh perwakilan klub dan komunitas Yamaha yang tergabung dalam YRFI Bandung. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya interaksi selama sesi diskusi, berbagi pengalaman, hingga praktik langsung terkait pengelolaan media digital komunitas.

Pada kesempatan ini, Yamaha menghadirkan dua narasumber yang telah berpengalaman di bidang kreatif digital, yaitu Dandi Malik, seorang content creator dan YouTuber, serta Sun of Rise, street photographer yang dikenal aktif dalam mengangkat cerita dan budaya jalanan melalui karya visualnya. Keduanya membagikan wawasan mengenai pentingnya personal branding dan community branding di tengah perkembangan media sosial yang semakin dinamis.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bagaimana komunitas dapat membangun identitas yang kuat, menciptakan konten yang relevan, serta menjaga konsistensi komunikasi digital agar mampu memberikan dampak positif bagi anggota maupun masyarakat luas.

Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai tips praktis dalam memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan aktivitas komunitas.

Tidak hanya membahas pengembangan branding komunitas, Yamaha juga memberikan edukasi mengenai berbagai layanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen dan anggota komunitas. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan aplikasi My Yamaha Motor Members, fitur konektivitas Y-Connect, serta berbagai kemudahan layanan yang tersedia melalui aplikasi Yamaha Motor on.

Baca Juga:  Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026

Melalui sesi ini, peserta diajak untuk lebih memahami manfaat ekosistem digital Yamaha yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih praktis, modern, dan terintegrasi.

Chief Yamaha DDS II Jawa Barat Fitri Agusthadi mengatakan “Kegiatan Workshop Digital Community ini menjadi salah satu bentuk komitmen Yamaha dalam mendukung komunitas agar tidak hanya aktif di jalan, tetapi juga mampu berkembang dan beradaptasi di ruang digital. Dengan bekal pengetahuan mengenai branding, konten
kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan komunitas Yamaha dapat terus menjadi inspirasi serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan komunitas otomotif di Indonesia.”

Yamaha akan terus menghadirkan berbagai program edukatif dan kolaboratif yang mampu mempererat hubungan antara brand, komunitas, dan masyarakat luas.

Salah satu peserta Sudirman yang sekaligus menjadi ketua YRFI Bandung mengatakan “Sangat mengapresiasi untuk Yamaha Jabar, kami dari komunitas merasa diberi bekal dalam era digital ini, bagaimana caranya kita memperkenalkan komunitas kita tidak hanya dengan kegiatan offline seperti kopda ataupun touring tetapi juga sangat penting untuk sisi onlinenya yang menjadi identitas komunitas itu sendiri”