DESTINASI BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah promotif dan preventif demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang kini terus digencarkan adalah mengajak warga untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta memastikan imunisasi dilakukan secara lengkap.
Program ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah muncul gejala yang cukup serius. Padahal, pemeriksaan rutin sejak dini dapat membantu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, dr. Deborah Johana Rattu, menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, banyak gangguan kesehatan sebenarnya dapat dicegah apabila diketahui lebih awal.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Bandung Versi Nikita Willy, Dari Sarapan Bubur sampai Bakso Rujak
Ia menjelaskan, sejumlah kasus kesehatan sering kali terlambat ditangani karena masyarakat tidak melakukan pemeriksaan rutin. Misalnya, gangguan penglihatan yang dipicu oleh kadar gula darah tinggi atau tekanan darah yang tidak terkontrol. Kondisi seperti ini sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal melalui pemeriksaan sederhana.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemerintah Kota Bandung juga terus melakukan investasi di sektor kesehatan, khususnya dalam penyediaan peralatan medis dan layanan promotif. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban pembiayaan pengobatan di masa mendatang yang cenderung meningkat.
Program Cek Kesehatan Gratis terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa batasan tertentu. Layanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta BPJS Kesehatan, tetapi juga dapat diakses oleh warga umum. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut di puskesmas terdekat maupun fasilitas kesehatan lain yang telah ditunjuk.
Tak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, Dinkes Kota Bandung juga menerapkan pendekatan jemput bola dengan menghadirkan layanan pemeriksaan di lingkungan komunitas. Layanan ini bertujuan menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses menuju fasilitas kesehatan.
Namun, pemeriksaan di komunitas umumnya bersifat dasar, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, seperti rekam jantung (EKG), ultrasonografi (USG), atau skrining kanker, masyarakat tetap akan diarahkan ke fasilitas kesehatan resmi.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Ciwidey Bandung Terpopuler untuk Liburan Long Weekend 2026, Lengkap Alamat dan HTM
Menariknya, dari hasil pemeriksaan dasar saja, tenaga kesehatan dapat memprediksi risiko penyakit seseorang dalam jangka waktu hingga 10 tahun ke depan. Prediksi ini berbasis data medis dan penelitian yang telah dikembangkan sebelumnya.
Pemerintah Kota Bandung menargetkan setidaknya 46 persen dari total sekitar 2,5 juta penduduk dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis ini. Target tersebut dinilai penting untuk mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan kota.
Selain fokus pada layanan pemeriksaan kesehatan, Dinkes Kota Bandung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pentingnya imunisasi, terutama untuk mencegah penyakit menular seperti campak.
Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, menyampaikan bahwa kasus campak masih berpotensi meningkat jika cakupan imunisasi tidak optimal. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar kasus campak terjadi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Campak bukan hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat dialami oleh remaja hingga orang dewasa, terutama mereka yang tidak memiliki riwayat imunisasi yang lengkap.
Saat ini, pencatatan imunisasi telah mengalami perkembangan signifikan. Selain menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), masyarakat juga dapat memantau riwayat vaksinasi melalui sistem digital seperti SatuSehat. Hal ini memudahkan orang tua maupun individu untuk mengetahui apakah imunisasi telah dilakukan sesuai jadwal.
Imunisasi campak sendiri harus diberikan dalam tiga tahap agar perlindungan tubuh menjadi optimal. Tahap pertama dilakukan pada usia 9 bulan, tahap kedua pada usia 18 bulan, dan tahap penguat diberikan saat anak memasuki usia sekolah sekitar 7 tahun.
Namun, masih ditemukan anggapan di masyarakat bahwa imunisasi cukup dilakukan sekali pada usia 9 bulan. Padahal, imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan sangat penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap virus campak.
Data Dinkes Kota Bandung menunjukkan bahwa cakupan imunisasi pada bayi usia 9 bulan telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen pada tahun 2025. Meski demikian, cakupan imunisasi pada usia 18 bulan masih berada di kisaran 65 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 95 persen.
Melalui penguatan dua program utama, yakni layanan Cek Kesehatan Gratis dan peningkatan cakupan imunisasi, Pemerintah Kota Bandung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dapat semakin meningkat.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, pembangunan kota pun dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.




