Pembangunan Eiger Camp Bukan di Kaki Gunung Tangkubanparahu, Perizinannya Lengkap Kooefisien Dasar Bangunan Hanya 2 Persen

oleh -346 Dilihat
Pembangunan Eiger Camp Bukan di Kaki Gunung Tangkubanparahu, Perizinannya Lengkap Kooefisien Dasar Bangunan Hanya 2 Persen

DESTINASI BANDUNG-:Pembangunan Eiger Camp Bukan di Kaki Gunung Tangkubanparahu, Perizinannya Lengkap Kooefisien Dasar Bangunan Hanya 2 Persen

Ada sebuah foto pembukaan lahan tepatnya di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), beredar di media sosial. Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram Ketua Asosiasi Profesi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Deni Sugandi.

Dalam foto drone tersebut memperlihatkan kegiatan proyek pembukaan lahan berisi kegiatan penggalian serta pengurugan (cut and fill) untuk pembuatan jalan serta bangunan-bangunan.

Baca Juga: Hotel Grand Dafam Braga Bandung Tawarkan Paket Menginap Edisi Libur Lebaran dengan Berbagai Fasilitas Menarik

Beredarnya foto tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Thio Setiowekti. Menurutnya kawasan tersebut tidak masuk dalam kawasan lereng Tangkuban Perahu karena berada di bawah ketinggian 1.000 Mdpl.

Ia mengatakan berdasarkan data yang diterimanya kawasan merupakan kawasan PTPN 1 regional 2 Kebun Sukawana. Sehingga perijinan lokasi tersebut terakomodir di dalam perjanjian kerjasama dengan PTPN 1 Regional 2.

“Saya lihat perizinan Eiger Camp sebagai instansi yang membangun kawasan tersebut sudah lengkap dan terpasang di Bender besar di Pos Sukawana,” ujar Thio, Jumat (28/3/2025).

Sementara itu, Penyusun Dokumen Amdal Eiger Camp dari PT Mitra Reka Buana, Jemy Septendi S.T, M.H., mengatakan pembangunan Eiger Camp sudah melalui prosedur pembangunan yang tepat. Sudah sesuai dengan SOP yang ditentukan pemerintah, dalam hal Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Baca Juga:Untung Maksimal, Promo ALAMAK DatascripMall.ID Meriahkan Lebaran dan Libur Panjang 2025

“Bahkan Koefisien Dasar Bangunan juga hanya 2% dari seluruh total izin lahan yang dititipkan ke Eiger,” ungkap Jemy.

Selain itu, katanya dokumennya perizinannya pun sudah komplit mulai dari izin banguan dari Pemkab KBB, AMDAL dari Dinas Lingkungan Hidup KBB, dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu KBB,, dari Dinas Pekerjaan dan Tata Ruang KBB, dll.

“Semua perizinan dari pemerintah setempat sudah komplit dan tidak melanggar aturan sedikit pun,” tegas Jemy.***