Farhan Dukung Larangan Siswa Bawa HP dan Motor ke Sekolah, Fokus Belajar Jadi Prioritas

oleh -467 Dilihat
Farhan Gagas Wisata Sawah dan Urban Farming di Tengah Kota Bandung untuk Pengembangan Sektor Pertanian

DESTINASI BANDUNG-Farhan Dukung Larangan Siswa Bawa HP dan Motor ke Sekolah, Fokus Belajar Jadi Prioritas

Wali Kota Bandung, M. Farhan, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melarang siswa membawa handphone (HP) dan sepeda motor ke lingkungan sekolah.

Farhan menilai langkah ini penting untuk mendukung peningkatan kualitas belajar serta mengurangi ketergantungan terhadap teknologi yang berlebihan.

Baca Juga:  Farhan Gagas Wisata Sawah dan Urban Farming di Tengah Kota Bandung untuk Pengembangan Sektor Pertanian

Dalam keterangannya, Farhan menekankan perlunya persiapan matang, terutama terkait penyediaan transportasi umum bagi siswa.

Ia memahami, penerapan aturan ini membutuhkan transisi yang baik agar tidak mengganggu mobilitas pelajar.

“Kami memerlukan waktu untuk menyiapkan kendaraan umum bagi para siswa dan sekolah, karena nantinya siswa tidak lagi diperbolehkan membawa kendaraan pribadi,” ujar Farhan, Senin (28/4/2025).

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga sedang mengkaji penerbitan regulasi baru yang melarang siswa jenjang SD dan SMP membawa HP ke dalam ruang kelas.

Baca Juga: Farhan Siap Promosikan Sport Tourism, Bandung Menuju Destinasi Kelas Dunia

Nantinya, aturan ini akan dituangkan melalui Keputusan Wali Kota (Kepwal) atau instruksi resmi.

Sementara untuk jenjang SMA, Pemerintah Kota Bandung akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat, sejalan dengan arahan dari provinsi.

Farhan menilai, kebijakan pelarangan membawa HP dan motor ke sekolah merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan aman. Ia berharap, dengan pembatasan ini, siswa bisa lebih fokus dalam menerima pelajaran di sekolah.

Menurutnya, penggunaan HP di dalam kelas seringkali menjadi distraksi serius yang menghambat konsentrasi siswa. Selain itu, akses yang tidak terbatas terhadap internet juga membuka celah untuk penyalahgunaan teknologi.

“Kami ingin memastikan bahwa lingkungan sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, bukan sekadar tempat bermain gadget,” tegas Farhan.

Terkait kendaraan, Farhan menyampaikan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar menjadi salah satu alasan kuat di balik dukungan terhadap larangan membawa motor ke sekolah.

“Kami ingin menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar, karena keselamatan siswa adalah prioritas utama,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan alternatif transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi siswa. Ini termasuk kemungkinan penyediaan bus sekolah di sejumlah wilayah.

“Persiapan transportasi ini penting supaya siswa tetap bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman, tanpa harus mengandalkan kendaraan pribadi,” jelasnya.

Farhan juga menuturkan bahwa regulasi baru yang sedang digodok untuk jenjang SD dan SMP bertujuan untuk mengatur penggunaan HP secara lebih ketat.

HP dinilai masih diperlukan untuk keperluan tertentu, namun penggunaannya di ruang kelas harus dibatasi secara tegas.

“Kami tengah merancang peraturan agar siswa tetap bisa belajar teknologi dengan benar, tapi tidak menyalahgunakan perangkat tersebut,” kata Farhan.

Regulasi ini akan dituangkan dalam bentuk Keputusan Wali Kota (Kepwal) atau instruksi yang mewajibkan sekolah mengawasi lebih ketat penggunaan HP di lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, untuk siswa SMA dan SMK, Pemerintah Kota Bandung akan mengikuti kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah mematangkan aturan serupa di tingkat provinsi.

Farhan optimistis, dengan adanya sinergi antara pemerintah kota, sekolah, dan orang tua, kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan.

“Kerjasama semua pihak sangat diperlukan agar aturan ini benar-benar efektif dan tujuan utamanya, yakni peningkatan kualitas pendidikan, bisa tercapai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kebijakan ini demi menciptakan generasi muda yang lebih fokus, produktif, dan disiplin dalam belajar.

“Kita semua punya tanggung jawab menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita,” pungkas Farhan.