BPS Jabar : Kelompok Bahan Makanan Pemicu Inflasi di Jabar

0
361
Ilustrasi / Destinasi Bandung

Destinasi Bandung—Berdasarkan data resmi dari BPS Provinsi Jabar bahwa pada Bulan Mei 2016 lalu Jabar mengalami inflasi sebesar 0,25%, pemicu terbesar dalam inflasi kali ini disumbang dari kenaikan harga telur ras, daging ayam ras, kentang dan minyak goreng selama minggu keempat di bulan lalu. Meski mengalami inflasi, nilai tersebut dikatagorikan rendah dibandingkan tahun lalu.

Kepala Tim Statistik Ekonomi dan Keuangan BI Jabar Wahyu Ari Wibowo kepada wartawan menjelaskan, saat ini daya beli masyarakat Jabar sudah mulai membaik, pasalnya saat ini beberapa item kebutuhan primer untuk konsumsi tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
”Bagusnya sekarang untuk beberapa item konsumsi masyarakat seperti beras, bawang merah, cabe merah dan gula tidak mengalami kenaikan yang tinggi. Sehingga daya beli masyarakat beralih ke sandang (property),” kata dia di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS ) Jabar.

Saat ini masyarakat di Jabar sudah beralih untuk membelanjakan uang mereka di sektor sandang. Wahyu menjelaskan, hal ini merupakan berita baik bagi perkembangan ekonomi yang mulai berkembang menuju ke arah yang lebih positif. Saat ini nilai inflasi ternyata sudah disokong oleh beberapa bahan makanan yang stabil, maka dari itu kemungkinan untuk harga pangan naik jelang Ramadan dan Lebaran memang ada, namun tidak akan terlalu tinggi.