The Runway 2025: Panggung Bergengsi 32 Desainer Indonesia dan Internasional Tampilkan Wastra Nusantara di Bandung

oleh -536 Dilihat
The Runway 2025: Panggung Bergengsi 32 Desainer Indonesia dan Internasional Tampilkan Wastra Nusantara di Bandung

DESTINASI BANDUNG-The Runway 2025: Panggung Bergengsi 32 Desainer Indonesia dan Internasional Tampilkan Wastra Nusantara di Bandung

Bandung kembali menjadi magnet dunia mode Tanah Air dengan terselenggaranya ajang fashion show prestisius bertajuk The Runway 2025, Sabtu, 3 Mei 2025 di New Hemangini Hotel Bandung.

Acara The Runway 2025 ini menjadi sorotan karena menghadirkan kolaborasi kreatif antara desainer lokal dan internasional dalam satu panggung yang memukau.

Digagas oleh Vanny Tousignant, produser New York Indonesia Fashion Week (NYIFW), dan bekerja sama dengan komunitas Bandung Fashion Society (BFS), The Runway 2025 menghadirkan sebanyak 32 desainer dari Indonesia dan Amerika Serikat yang menyuguhkan ragam busana bernuansa etnik hingga kontemporer.

Ajang ini bukan sekadar parade busana, namun juga menjadi medium diplomasi budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kain-kain tradisional Indonesia seperti batik, tenun, songket, dan bordir tampil elegan dalam gaya yang disesuaikan dengan tren mode global.

Keberadaan The Runway 2025 menjadi bagian dari rangkaian NYIFW, yang telah digelar selama lebih dari satu dekade di New York dan memasuki edisi ke-17 tahun ini.

Lewat platform ini, para desainer muda Indonesia diberi kesempatan untuk menembus pasar fashion internasional.

“Tujuan kami adalah menjadikan karya para desainer Indonesia dikenal dunia. The Runway ini adalah tahapan awal sebelum mereka bisa tampil di NYIFW selanjutnya,” ujar Vanny Tousignant, seorang diaspora Indonesia yang telah bermukim di Amerika Serikat dan aktif mempromosikan wastra Nusantara di mancanegara.

Dalam gelaran The Runway 2025, para desainer menampilkan karya-karya istimewa yang memadukan warisan budaya Indonesia dengan sentuhan modernitas global.

Konsep fusion fashion menjadi benang merah yang menyatukan koleksi dari para perancang dalam ajang ini.

Sebanyak 32 desainer unjuk gigi dalam dua sesi pertunjukan yang dikurasi secara khusus. Sesi pertama diisi oleh desainer Indonesia dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Solo, Bali, hingga Kalimantan.

Sementara sesi kedua menampilkan alumni NYIFW yang telah memiliki pengalaman di kancah internasional.

Nama-nama besar seperti IW X Yatim JJE, Gee Batik by Sugeng Waskito, dan Malik Moestaram hadir dengan gaya yang khas dan inovatif.

Setiap karya memancarkan pesona wastra Nusantara yang diramu dengan teknik dan gaya terkini.

Kolaborasi juga menjadi sorotan utama dalam pertunjukan ini.

Misalnya, Jameena Quinn X Rich by Ritz menampilkan koleksi yang memadukan kemewahan urban dan corak tradisional. Begitu pula Nazla Aisy Ulhaq X Evoy Production yang sukses menyulap kain lokal menjadi busana berkarakter global.

Kehadiran desainer muda seperti Insight by Ilma Nur Solihah X Arunika Dewi membuktikan bahwa generasi baru fashion Indonesia siap bersaing secara internasional.

Mereka menghadirkan potongan busana ready to wear dengan aksen khas Indonesia yang tetap relevan untuk pasar global.

Desainer seperti Niebel by Lia Kuya dan Klambikoe by Anti juga menonjol dengan gaya modest fashion yang anggun.

Desain mereka banyak memikat perhatian penonton karena mampu memadukan kesederhanaan dengan kemewahan dalam satu paket elegan.

Selain itu, tampak pula karya dari dr. Rosa Rumaseuw yang dikenal dengan gaya glamor dan anggun.

Beliau bahkan menyuguhkan dua koleksi dalam event ini, yang mencerminkan kekayaan eksplorasi estetika dalam bidang mode.

Salah satu highlight acara adalah kehadiran koleksi dari desainer seperti Dykke by Nia, Bellahasura, hingga Lady Dahlia yang mengeksplorasi tema warna, tekstur, dan siluet dalam konteks modern namun tetap menjunjung nilai tradisional.

Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menampilkan estetika visual, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya dan kebanggaan akan identitas bangsa. Dalam setiap jahitan dan motif, ada cerita tentang daerah, nilai-nilai, dan filosofi kehidupan Indonesia.

The Runway 2025 tak hanya menjadi ajang fashion show, tetapi juga tempat lahirnya sinergi kreatif antara desainer, penata rias, pembuat aksesori, hingga fashion stylist. Semua elemen tersebut menyatu dan menghasilkan pertunjukan yang megah.

Antusiasme para penonton dan pelaku industri fashion sangat tinggi terhadap acara ini. Banyak dari mereka berharap agar kolaborasi internasional seperti ini terus digelar secara berkelanjutan sebagai bentuk promosi budaya lewat jalur fashion.

Menurut Vanny Tousignant, ajang ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan desainer Tanah Air menuju pasar global. “Saya ingin New York melihat langsung potensi para desainer Indonesia. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang mereka di industri global,” katanya.

Tidak hanya menampilkan koleksi, The Runway 2025 juga menjadi ruang pertemuan penting bagi para pelaku industri fashion untuk saling menjalin koneksi, bertukar ide, dan membuka peluang kerja sama internasional.

Ke depan, ajang serupa diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kiblat fashion etnik dunia. Bandung, dengan segala potensinya, menjadi kota yang tepat untuk memulai langkah besar ini.