TODAK Throne 2.0 Meluncur, Perkuat Transformasi TODAK 2.0 sebagai Global First Esports Lifestyle Performance Brand

oleh -2429 Dilihat
TODAK Throne 2.0 Meluncur, Perkuat Transformasi TODAK 2.0 sebagai Global First Esports Lifestyle Performance Brand
TODAK Throne 2.0 Meluncur, Perkuat Transformasi TODAK 2.0 sebagai Global First Esports Lifestyle Performance Brand

DESTINASI BANDUNG – TODAK memasuki fase baru melalui TODAK 2.0 dengan fokus sebagai brand esports
lifestyle performance. Penyesuaian strategi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan produk, kemitraan
resmi dengan liga, serta distribusi yang lebih terstruktur di pasar Indonesia.

Sejalan dengan arah tersebut, per 1 Januari 2026 TODAK mengakhiri operasional divisi esports-nya. Langkah ini
menjadi bagian dari reposisi jangka panjang agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya pada pembangunan
lini produk dan kolaborasi strategis di industri esports.

“TODAK dibangun dari semangat kompetitif dan komunitas. Memasuki era 2.0, kami tidak meninggalkan esports
— kami memperluasnya. Fokus kami kini adalah membangun brand performance lifestyle yang lahir dari Asia
Tenggara dan mampu bersaing di panggung global. Ini bukan akhir perjalanan, melainkan evolusi yang lebih besar
dan berkelanjutan.” ujar Azlan Zainal, Founder TODAK

Baca Juga: 3 Keunggulan Galaxy A07 5G, Smartphone Samsung Terbaru dengan AI dan Baterai 6.000mAh

Identitas Visual Baru

TODAK juga memperkenalkan pembaruan identitas visual melalui elemen “Battle Scar” pada logo. Elemen tersebut
merepresentasikan perjalanan dan proses pengembangan brand, sekaligus menjadi penanda tahap baru dalam
penguatan perusahaan.

Kemitraan MPL Indonesia 2026

Sebagai bentuk komitmen terhadap ekosistem esports nasional, TODAK 2.0 ditunjuk sebagai Official Gaming Chair
& Official Merchandise Partner untuk MPL Indonesia dan MDL Indonesia selama dua musim kompetisi 2026. Kerjasama ini mencakup penyediaan kursi gaming resmi di panggung pertandingan, pengembangan merchandise resmi liga, serta berbagai aktivasi komunitas sepanjang musim berjalan.

“Keikutsertaan kami di MPL adalah bagian dari strategi jangka panjang TODAK 2.0 untuk tumbuh bersama
ekosistem esports Indonesia. Kami ingin menghadirkan produk dan merchandise yang tidak hanya relevan secara
lifestyle, tetapi juga mendukung performa kompetitif dengan standar kualitas global. MPL menjadi ruang
kolaborasi bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi secara nyata.” jelas Shinta W. Dhanuwardoyo,

Presiden Direktur/Co-Founder, PT TODAK Nusantara Group

Peluncuran TODAK Throne 2.0
Sejalan dengan kemitraan tersebut, TODAK meluncurkan TODAK Throne 2.0 sebagai generasi terbaru kursi gaming
yang dirancang untuk aktivitas dengan durasi panjang. Hadir dengan penyegaran desain dan pilihan warna white,

grey, black on black, white logo edition, serta edisi kolaborasi MPL, Throne 2.0 mendukung sesi bermain,
streaming, maupun bekerja dengan tetap mengedepankan desain ergonomis khas Todak, detail finishing yang
lebih presisi, serta tampilan visual yang kuat.

Di Indonesia, distribusi resmi TODAK Throne 2.0 dipercayakan kepada PT Datascrip melalui jaringan ritel nasional
dan berbagai platform e-commerce dengan dukungan layanan purnajual terpercaya.
“Kami menyambut peluncuran TODAK Throne 2.0 sebagai momentum penting dalam perjalanan brand ini di
Indonesia. PT Datascrip siap memastikan produk ini dapat diakses secara luas dengan standar layanan yang
konsisten dan terpercaya,” pungkas Sintra Wong, Direktur PT Datascrip.

Fokus Strategis TODAK 2.0
1. Performance Products – Pengembangan gaming chair, gear, dan apparel berbasis fungsi dan daya tahan untuk
mendukung sesi kompetitif.
2. League Partnerships – Kolaborasi dengan liga dan turnamen melalui integrasi produk di panggung pertandingan
serta pengembangan merchandise resmi.
3. IP & Collaboration – Pengembangan kolaborasi kreatif dan inisiatif lintas industri untuk memperluas jangkauan brand.

Melalui fase ini, TODAK memperkuat fokus pada pengembangan produk performance, kemitraan resmi dengan liga
esports, serta distribusi nasional yang terstruktur sebagai fondasi pertumbuhan di Indonesia.