DESTINASI BANDUNG – Jika kamu sedang mencari destinasi alam yang tidak terlalu jauh dari kota namun tetap memberikan sensasi petualangan, maka gunung untuk tektok di Bandung adalah jawabannya. Aktivitas tektokan—atau mendaki dan camping singkat tanpa bermalam penuh—semakin digemari karena praktis dan bisa dilakukan dalam waktu singkat, bahkan di akhir pekan.
Bandung sebagai kota yang dikelilingi pegunungan memiliki banyak pilihan tempat seru untuk tektokan tau tektok. Mulai dari yang mudah didaki seperti Gunung Sunan Ibu dan UpasHill, hingga yang menantang seperti Gunung Burangrang. Masing-masing gunung menawarkan keindahan alam, trek yang menarik, dan spot camping dengan pemandangan yang memukau. Cocok untuk pendaki pemula hingga yang sudah berpengalaman.
Dalam artikel ini, kami sajikan 6 rekomendasi gunung tektokan atau tektok di Bandung yang bisa kamu pilih sesuai waktu, kemampuan, dan suasana yang kamu cari. Baik kamu ingin merasakan udara hutan pinus, sunrise dari atas bukit, atau citylight malam dari ketinggian, semuanya tersedia di Bandung.
Baca Juga: Taman Lalu Lintas Bandung: Wisata Edukatif Anak yang Seru dan Murah Meriah di Pusat Kota
Beberapa gunung seperti Gunung Burangrang dan Gunung Manglayang sudah lama menjadi favorit pendaki lokal. Sementara itu, nama-nama baru seperti Pangradinan dan UpasHill sedang naik daun karena suasananya yang tenang dan jalur yang lebih bersahabat. Semua lokasi ini bisa kamu akses dengan kendaraan pribadi atau bahkan transportasi umum.
Artikel ini akan membahas secara lengkap setiap gunung, termasuk jalur pendakian, durasi, kelebihan, serta tips untuk menikmati tektokan singkat Bandung yang aman dan nyaman. Jadi, siapkan perlengkapanmu, ajak teman pendaki, dan mari kita jelajahi pesona wisata alam Bandung yang seru dan menyegarkan!
Alam Bandung menyediakan banyak alternatif tektokan ringan hingga menantang, dengan lanskap dan suasana yang unik.
Gunung Tektokan di Bandung

1. Gunung Burangrang
Burangrang, setinggi 2.050 Mdpl, berlokasi di Desa Kertawangi, Cisarua, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat—hanya sekitar 24 km dari pusat kota Bandung dan mudah dicapai dengan mobil atau motor .
Baca Juga: 10 Wisata Edukatif di Bandung untuk Liburan Sekolah yang Seru dan Bikin Anak Makin Pintar
Harga tiket untuk naik singkat (hiking) hanya Rp 10.000, dengan biaya parkir Rp 2.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil). Jika ingin bermalam (camping), tiketnya Rp 15.000 per orang

2. Gunung Sangar (1.690 Mdpl)
Gunung Sangar, walaupun minim promo, terletak di wilayah Gunung Puntang Kabupaten Bnadung dengan trek hutan pinus yang teduh dan hanya memerlukan 1,5–2 jam pendakian.
Harga tiket masuk biasanya berkisar Rp 5.000–10.000 dan parkir gratis atau sangat murah di basecamp lokal (meski tidak tercatat resmi dalam daftar parkir). Saat ini belum ada tarif resmi dari pemerintah, namun pengelola lokal umumnya menerima donasi sukarela.

3. UpasHill (2.084 Mdpl)
hadir sebagai bukit Instagramable favorit anak muda: jalur ringan, spot camp strategis, dan panorama kota serta sunrise menawan.
adalah bukit tinggi dekat Gunung Tangkuban Parahu Bandung Barat yang menarik untuk tektokan kekinian. Jalurnya singkat 45–60 menit, dengan akses mudah dari Sukawana.
Baca Juga: 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Liburan Sekolah 2025, Salah Satunya Lembang Park and Zoo
Meskipun belum ada tarif resmi, pengunjung biasanya membayar donasi ringan sekitar Rp 5.000–10.000 untuk perawatan jalur dan fasilitas sederhana.

4. Gunung Manglayang (1.818 Mdpl)
Gunung Manglayang (1.818 Mdpl) di Cilengkrang, Kabupaten Bandung, kini menjadi favorit untuk camping dan tektokan ringan
. Tiket masuknya berkisar Rp 7.500 untuk one-day hiking, atau Rp 10.000 jika camping, dengan parkir motor Rp 5.000

5. Sunan Ibu (2.343 Mdpl)
Sunan Ibu berada di kawasan Gunung Patuha, mudah diakses melalui jalur Kawah Putih. Biaya masuk ke Kawah Putih Rp 25.000 dan Sunan Ibu Rp 11.000, plus ongkos ontang-anting sekitar Rp 20.000.
Tambahan biaya parkir untuk motor Rp 5.000 atau mobil Rp 150.000 jika naik ke area atas.

6. Gunung Pangradinan
terkenal dengan sabana luas dan jalur trekking yang cukup lama—kontras dengan Sangar, namun masih ramah bagi kemampuan rata-rata.
Gunung Pangradinan adalah hidden gem yang belum banyak dieksplorasi. Jalurnya alami, belum ramai, dan cocok untuk kamu yang menghargai wisata alam Bandung dengan nuansa eksklusif. Sebagian besar pendaki hanya membayar tiket sukarela sekitar Rp 15.000 per orang.
Setiap gunung memiliki karakter dan kelebihan tersendiri. Burangrang cocok untuk tektokan singkat dan camping fleksibel, Sangar untuk healing singkat, UpasHill untuk momen kekinian, Manglayang untuk petualangan pemandangan luas, Sunan Ibu untuk tantangan dan fantasi puncak tinggi, serta Pangradinan sebagai hidden gem.
Untuk urusan logistik, siapkan air minimal 2 liter per orang, kompor kecil, matras dan sleeping bag. Di beberapa gunung tidak ada air mengalir di perjalanan, jadi bawalah cadangan.
Perhatikan cuaca: musim kemarau (April–September) adalah waktu terbaik. Saat mendung, suhu bisa turun drastis, terutama di Sunan Ibu dan UpasHill.
Setiap gunung punya area campsite—di Burangrang dan Manglayang tersedia area datar luas; di UpasHill dan Sangar ada platform view; di Sunan Ibu, puaskan diri di puncak; di Pangradinan, kamu bisa cari spot personal yang sepi.
Untuk perizinan, hubungi RPH Perhutani setempat, karena beberapa gunung seperti Burangrang dan Manglayang masuk kawasan hutan produksi. Pendaki Sunan Ibu biasanya wajib mengisi buku tamu malam.
Trekking berkelompok (3–6 orang) disarankan untuk keamanan, terutama jika menembus dua gunung sekaligus atau camping dinihari. Dalam kelompok, pembagian tugas seperti navigasi, logistik, dan tempat api unggun jadi lebih ringan.
Aktivitas tambahan seperti fotografi malam, time‑lapse sunrise, atau api unggun mini bisa membuat tektokan semakin seru dan bermakna. Pastikan membawa lampu merah agar tidak mengganggu satwa malam.
Jagalah kebersihan alam. Gunakan prinsip carry‑in carry‑out, hindari plastik sekali pakai, dan padamkan api unggun hingga mati sebelum tidur atau meninggalkan camping spot.
Dengan rencana yang matang—jalur, waktu, gear, izin, dan tim pendukung—keenam gunung ini siap memberikan pengalaman tektokan yang beragam: dari ringan dan nyaman hingga menantang dan magis. Pilih destinasi sesuai mood, kumpulkan teman, dan nikmati petualangan malam di Bandung!









