DESTINASI BANDUNG – Lembur Katumbiri Resmi Dibuka: Kampung Wisata Warna-Warni Terbaru di Bandung
Kota Bandung kembali mencatatkan langkah maju dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meresmikan Lembur Katumbiri, sebuah kawasan wisata tematik yang terletak di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, pada Selasa, 6 Mei 2025.
Pembukaan Tempat wisata Bandung Lembur Katumbiri ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memperkuat sektor pariwisata yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga seni, budaya, dan kebersamaan warga.
Farhan dalam sambutannya mengungkapkan rasa apresiasi yang mendalam terhadap kolaborasi lintas sektor yang turut serta dalam pembangunan Kampung Wisata Lembur Katumbiri Bandung.
Ia menyoroti bagaimana sinergi antara dinas-dinas pemerintah, komunitas lokal, dan para seniman berhasil menghidupkan kawasan ini dengan berbagai warna, cerita, dan identitas lokal yang kental.
Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu indikator bahwa pembangunan Bandung saat ini lebih holistik, mencakup aspek sosial dan budaya, selain fisik.
“Bandung kini sedang fokus membangun sektor pariwisata. Bukan hanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tetapi juga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air turut berperan dalam menciptakan destinasi baru. Bahkan mural-mural yang ada di sini menjadi media narasi yang sangat kuat,” ujar Farhan dengan penuh semangat.
Sebagai bagian dari transformasi kota yang lebih berorientasi pada kekayaan budaya, Farhan juga mengungkapkan bahwa Pemkot Bandung akan meluncurkan program bertajuk Bandung Punya Cerita mulai Agustus 2025.
Baca Juga: 10 Wisata Malam Bandung 2025 yang Bikin Kamu Betah Sampai Pagi, Ada yang Gratis!
Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan sejarah, cerita rakyat, serta menciptakan mural dengan narasi yang menggambarkan kisah-kisah kota Bandung.
Farhan ingin agar Bandung tidak hanya menjadi tempat persinggahan, tetapi juga memberikan kenangan dan cerita yang menginspirasi bagi setiap orang yang berkunjung.
“Kita ingin Bandung punya cerita. Kota ini harus punya narasi yang kaya, tidak sekadar menjadi tempat lewat tanpa meninggalkan jejak. Mural yang ada di kota harus memiliki kisah, seperti mural yang ada di Leiden, Belanda, yang mengangkat puisi-puisi Khairil Anwar,” kata Farhan.
Baca Juga: 15 Tempat Wisata Bandung 2025: Lengkap dengan HTM, Alamat, Fasilitas, dan Tips Berkunjung
Selain itu, Wali Kota Bandung juga menekankan pentingnya menjaga keteraturan kota, termasuk pengelolaan pedagang kaki lima (PKL) dan penataan parkir liar.
Ia berharap Lembur Katumbiri dapat menjadi contoh bagi kawasan wisata lokal yang tidak hanya indah, tetapi juga rapi, inklusif, dan memiliki nilai edukatif bagi pengunjung.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Didi Ruswandi, turut menjelaskan latar belakang kawasan ini yang sebelumnya dikenal dengan nama Kampung Pelangi 200 , yang sempat viral pada tahun 2020. Lembur Katumbiri kini mengalami revitalisasi besar-besaran dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan 504 galon cat senilai Rp190 juta, melibatkan lebih dari 150 personel lapangan.
Kendati sempat terkendala dalam penganggaran bagian dalam, revitalisasi bagian luar kampung ini sudah cukup menarik perhatian publik dan menjadi viral sebelum diresmikan.
“Luar biasa, meskipun kami memulai dari luar karena anggaran terbatas, kawasan ini sudah viral lebih dulu. Sekarang, Lembur Katumbiri siap menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan nilai lebih bagi warga sekitar,” ungkap Didi.
Keistimewaan dari Lembur Katumbiri terletak pada lokasi yang strategis, dengan pemandangan indah yang dikenal dengan sebutan mata elang. Selain itu, mural-mural khas karya seniman Kapten John memperkaya estetika kawasan ini. Lembur Katumbiri juga telah mengembangkan berbagai kegiatan seperti konservasi ikan endemik, urban farming, dan pasar mingguan yang menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Nama *Lembur Katumbiri* sendiri diusulkan langsung oleh warga setempat untuk menggantikan nama *Kampung Pelangi 200*. Nama “Katumbiri” yang berarti pelangi dalam bahasa Sunda diharapkan dapat lebih mencerminkan identitas lokal yang kuat, sekaligus menghindari stereotipe yang tidak sesuai dengan karakter kawasan ini.
Peresmian Lembur Katumbiri diakhiri dengan doa bersama dan peninjauan langsung oleh Wali Kota Farhan bersama warga serta komunitas sekitar.
Masyarakat antusias menyambut hadirnya kawasan ini sebagai destinasi wisata baru yang sekaligus menjadi sumber kebanggaan dan pemberdayaan lokal.
Dengan semangat kolaborasi dan keberagaman, Lembur Katumbiri tidak hanya menjadi destinasi wisata yang memukau, tetapi juga bagian dari langkah besar Bandung untuk membangun kota yang lebih inklusif dan penuh cerita yang menginspirasi.






