Kamis, Mei 23, 2024
BerandaBeritaSejarah Monumen Pesawat Casa

Sejarah Monumen Pesawat Casa

Destinasi Bandung – CASA C-212 Aviocar adalah sebuahpesawat penumpang sipil (airliner) berukuran sedang bermesin turbopropyang dirancang dan diproduksi di Spanyoluntuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADSCASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung. PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

Pada akhir 1960-an, Angkatan Udara Spanyol masih mengoperasikan pesawat kuno bermesin pistron Junkers Ju-52 dan Douglas C-47. CASA merancang C-212 sebagai alternatif modern, prototipe pertama terbang pada 26 Maret 1971. Pada 1974, Angakatan Udara Spanyol memutuskan untuk membeli C-212 untuk memordenisasi armadanya.

Ketika maskapai penerbangan sipil melihat keberhasilan tipe ini pada operasi militer, CASA membuat versi komersial sipil yang dikirim pertama kali pada bulan Juli 1975. Sampai tahun 2006 masih tercatat beberapa pesawat ini masih beroperasi di seluruh dunia termasuk Merpati Nusantara Airlinesuntuk jalur perintis di Timur Indonesia.

C-212 memiliki desain sayap tinggi, badan kotak, dan ekor konvensional. Dapat menampung 21-28 penumpang, tergantung pada konfigurasi. Karena kabin C-212 tidak bertekanan, penggunaannya terbatas pada tingkat rendah (di bawah 10.000 kaki (3.000 m) MSL) yang berarti pesawat ini cocok untuk layanan penerbangan regional.

Monumen ini dahulu merupakan monumen Husein Sastranegara. Meski meninggal dalam usia sangat muda yaitu 27 tahun, beliau adalah salah satu perintis TNI AU bersama dengan Agustinus Adisucipto, Halim Perdanakusuma, Abdurrahman Saleh dan Iswahyudi. Meski saat ini telah menjadi monumen pesawat casa, masih banyak orang mengenalnya sebagai monumen Husein Sastranegara. Patung Husein Sastranegara sendiri ada di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung. (Mohd Eki)

RELATED ARTICLES

Most Popular