Jumat, Mei 24, 2024
BerandaBeritaKawasan.Gedebage Selalu Macet, Pemkot Bandung Minta Exit Tol KM 149 dan 151...

Kawasan.Gedebage Selalu Macet, Pemkot Bandung Minta Exit Tol KM 149 dan 151 Gedebage Segera Dibuka

DESTINASI BANDUNG-Kawasan Gedebage kota Bandung jelang weekend Jumat Sabtu dan Minggu saat ini menjadi wilayah yang selalu macet.

Hal tersebut karena kawasan Gedebage berdekatan lokasinga antara Masjid Al Jabbar, Stadion GBLA, Stasiun Kereta Cepat Tegalluar dan Summarecon Mall Bandung.

Melihat hal tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pembukaan Exit Tol KM 149 dan KM 151 sebagai solusi kemacetan yang terjadi di kawasan Gedebage.

Baca Juga: Tidak Perlu Liburan Keluar Negeri! Inilah Tempat Wisata di Bandung 2024 Seperti di Eropa

Saat ini terdapat beberapa kawasan pusat keramaian yang bakal dipadati warga seperti Masjid Raya Al Jabbar, Stsadion GBLA, Stasiun Kereta Cepat Tegaluar dan Mal Summarecon.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, Exit Tol 149 bisa menjadi solusi mengatasi permasalah kemacetan di wilayah Gedebage. Ia juga mendorong agar pembangunan KM 149 dituntaskan sampai ke Jalan Soekarno Hatta.

“Suratnya sedang berproses. Kita ingin mendorong supaya yang KM 149 ini nanti tuntas sampai ke Jalan Soekarno-Hatta. Ya kalau sekarang ini hanya sampai di Summarecon. Ini artinya belum tuntas, nah ini yang sedang kita dorong,” kata Ema, Rabu 31 Januari 2024.

Di samping Exit Tol KM 149, ia juga mendorong percepatan pembangunan Exit Tol KM 151. Ia menyebut nantinya kontruksi jalan tol itu akan membelah lahan dan konstruksi jalan itu juga ada di jalan milik Pemkot Bandung.

“Sekarang ini sedang dipercepat juga proses pembukaan KM 151. Otoritasnya di pemerintah pusat. Kita sifatnya mendukung. Kalau nanti pemerintah kota harus menghibahkan, saya pikir tidak ada masalah. Karena G2G itu bisa. Ya government to government untuk proses hibah,” ungkapnya.

Selain itu, Ema menyebut saat ini pihak Summarecon tengah menyiapkan akses jalan yang disebut Sektor 5. Namun, akses itu melintasi sungai. Untuk itu, ia juga mendorong BBWS untuk segera mengeluarkan rekomendasi agar izin segera keluar.

“Ya lumayan kalau itu dibuka untuk akses nanti menuju Al Jabbar bisa juga melingkar untuk menuju ke mal. Atau juga nanti bisa bisa langsung ke GBLA. Nanti ada jembatan balley di sana,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut tentu memerlukan waktu panjang. Terdekat, kata dia, rekayasa lalu lintas harus tetap dioptimalkan. Kemudian, pengaturan traffic light dan juga penempatan petugas yang harus lebih diperbanyak.
“Karena kalau hal-hal yang sifatnya memerlukan waktu tidak mungkin bisa dilaksanakan sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara mengatakan Dishub telah menyiagakan 30 petugas di 5 lokasi kawasan Gedebage pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu untuk mengatur lalu lintas.

“Kami telah menyimpan petugas untuk pengaturan lalu lintas di 5 lokasi yakni akses 5, pos merapi setelah jembatan, Gedebage utama yang masuk ke Sumarecon, akses pintu utama richeese, dan simpang derwati,” kata Asep.

Para petugas tersebut disiapkan untuk pengaturan lalu lintas pada hari Jumat sampai hari Minggu dari pukul 11.00 sampai 23.00 WIB.
Ia berharap, dengan adanya para petugas tersebut akan membantu untuk memperlancar arus lalu lintas. Terlebih akhir pekan ini terdapat beberapa kegiatan yang mengundang keramaian mulai dari Mal Sumarecon hingga pertandingan Persib di Stadion GBLA.

“Kita terus maksimalkan penempatan petugas, selain berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas,” ujarnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular