Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaHotelHotel Luar BandungGM Royal Darmo Malioboro Hotel Joko Paromo: Kunci Sukses Selalu Ingin Melakukan...

GM Royal Darmo Malioboro Hotel Joko Paromo: Kunci Sukses Selalu Ingin Melakukan yang Terbaik dalam Setiap Pekerjaan

DESTINASI BANDUNG – Memiliki pekerjaan yang bergengsi dengan jabatan tinggi didampakan oleh setiap orang. Begitupun yang dirasakan oleh General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel Joko Paromo.

Siapa sangka, sebelum menduduki jabatannya sebagai GM di hotel bintang 4 di Yogyakarta ini, masa kecil Joko dihabiskan dengan bekerja keras.

Joko mengaku, sejak kecil dirinya dididik oleh ayahnya agar hidup mandiri. Sejak duduk di bangku SD, Joko hobi memelihara ayam, bebek hingga kambing.

General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel Joko Paromo.
Hasil dari beternaknya dia bisa mandiri dan memiliki uang jajan untuk dirinya sendiri bahkan ditabungkan.

”Saya ini lulusan STM, Sekolah Teknik Menengah. Sejak kecil hobi memelihara ayam sampai 200 ekor, itik sampai 150 ekor, kambing sampai 20 ekor. Selain beternak, juga hobi bercocok tanam, Setelah lulus sekolah, saya pergi merantau untuk mencari pengalaman,” ujar Joko kepada Destinasi Bandung.

Dirinya selalu memegang teguh amanat dari ayahnya yakni Dalam bergaul, sing penting mengedepankan kejujuran dan kesopanan.

“Unggah-ungguh toto kromo terhadap siapapun.Cuma dua hal itu yang sering diingatkan kepadda saya, jujur dan sopan,” tegas Joko.

Berkat wejangan dari ayahnya tersebut, semasa merantau Joko mudah bergaul dengan banyak orang. Dirinya mudah diterima oleh siapapun.

Pada masa remaja, dirinya pernah bekerja di sebuah percetakan. Karena ingin memiliki banyak uang, dia sampai bekerja siang dan malam.

General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel Joko Paromo.
Pekerjaan yang “kotor” pun dia kerjakan, tak peduli badan dia penuh dengan tinta ataupun bensin.

”Badan saya sampai kotor, belepotan sama tinta, itu warna merah, hitam, biru, campur aduk pokoknya, belum lagi bau bensin segala macam,” ungkapnya.

Namun, dia lakukan demi mendapatkan uang dan pengalaman. Dia tak memandang pekerjaan tersebut kotor atau tidak yang penting dia mendapatkan pekerjaan yang halal.

Merasa sudah cukup bekerja di percetakan, pada usia 25 tahun dirinya berkeinginan untuk bekerja di tempat yang bersih dan memakai dasi.

Akhirnya, dia memutuskan untuk mendaftar sebagai agen atau sales asuransi, Namun, belum lama di perusahaan Asuransi, dia memutuskan untuk pindah kerja.

”Saya rasa harus punya pekerjaan lain. Kebetulan waktu itu ada saudara yang bekerja di perhotelan. Saya kemudian disarankan untuk mengambil kursus perhotelan di Akademi Pariwisata Ampari,” ungkapnya.

Selama kursus, dia pun tak pernah meluangkan waktu untuk hal tak berguna.

Di sela kesibukannya belajar, Joko menyempatkan diri menjadi sales. Dia menjadi makelar barang-barang rumah tangga.

Akhirnya, dia selesai kursus dan melamar di sebuah hotel. Saat itu, dia ditempatkan di airport representative. Tugasnya adalah mencari tamu di bandara, karena waktu itu jualan belum online.

”Dari sanalah, saya mulai kerasan berkerja di hotel. Selama bekerja di perhotelan, saya sudah 10 kali berpindah. Tujuannya agar banyak pengalaman saja,” ujarnya.

General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel Joko Paromo.
Pada tahun 2004, dia pun dipinang salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta untuk menjadi dosen. Tawaran dia pun terima sebagai dosen praktisi.

Merasa kurang puas, Joko memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya sehingga kini menyandang gelar S1 Pariwisata.

Perjalanan di perhotelannya pun benar-benar dari bawah. Dia mengawali karir di bagian operator, receptionist, sales executive, senior sales executive, asisten sales manager, sales manager, hingga kini menjadi general manager di Royal Darmo Hotel Malioboro.

Pria kelahiran 18 mei 1968, 52 tahun yang lalu ini mengaku, bahwa dalam bekerja dia selalu fokus pada tujuan.

Dia juga tak pernah betah berdiam diri. Saat waktu luang, dia selalu ingin mengerjakan pekerjaan lainnya.

Selain berkarir di perhotelan, Joko juga aktif di berbagai organisasi. Tercatat, dirinya pernah menjadi Ketua Hotel Sales Association, Ketua PHRI, Humas IHGM, hingga VP IMA.***( Ahmad Taofik)

RELATED ARTICLES

Most Popular