Kamis, Mei 23, 2024
BerandaBisnisBandung Tuan Rumah Perhelatan Konvensi Nasional Humas Indonesia

Bandung Tuan Rumah Perhelatan Konvensi Nasional Humas Indonesia

Destinasi Bandung-Setelah di tunjuk sebagai tuan rumah perhelatan nasional Konvensi Nasional Humas Indonesia (KNH) 2016, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Bandung langsung mempersiapkan diri untuk mensukseskan acara yang akan di hadiri Presiden Republik Indonesia Jokowi.

“KNH tersebut rencananya dihelat di sejumlah tempat bersejarah dan prestisius di Kota Bandung pada 29-30 September 2016. Dengan pembukaan di Gedung Merdeka dan konvensi di Hotel Grand Royal Panghegar. Ditargetkan, lebih dari 400 orang partisipan dari anggota se-Indonesia terdiri dari akademisi dan praktisi kehumasan dan komunikasi, baik dari swasta, pemerintah, dan BUMN,” ujar Ketua Panitia KNH 2016 yang juga sebagai ketua Perhumas BPC Bandung Nurlaela Arief dalam kick off Konvensi Nasional Humas Indonesia (KNH) 2016 di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung, Jum’at (27/5/2016).

Lebih lanjut Nurlaela mengatakan, Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya, KNH 2016 juga akan menghadirkan narasumber perwakilan Internasional dan negara ASEAN. Hal ini mengingat PERHUMAS tercatat sebagai anggota Global Alliance.

Perhumas / Destinasi Bandung
Perhumas / Destinasi Bandung

Sementara itu Ketua umum Perhumas Agung Laksamana mengatakan, “Tema KNH tahun ini adalah The Power of PR, Membangun reputasi Indonesia 2030!”. Tema ini lahir dari pemikiran prediksi firma PWC bahwa dalam kurun waktu 14 tahun lagi, Indonesia akan menjadi salah satu dari lima negara di dunia dengan ekonomi terbesar.

“Prediksi para ekonom juga menyatakan Indonesia dalam waktu dekat akan sejajar dengan negara-negara maju seperti Jepang, China, India, Australia, dan Korea Selatan. Bahkan dalam sebuat riset menuliskan secara global, ekonomi Indonesia akan lebih besar dari Rusia, Spanyol, dan Belanda pada 2023. KNH 2016 ini juga akan mendiskusikan tentang pentingnya reformasi kelembagaan seperti efisiensi birokrasi, peningkatan mutu layanan publik, efektivitas regulasi, akuntabilitas dan transparansi serta penegakan hukum, maka juga diperlukan usaha komunikasi terintegrasi dalam mengelola reputasi Indonesia,” ujar Agung.

Sebagai praktisi humas, konvensi juga menjadi medium pemikiran dalam membangun kompetensi dan perspektif global. Karenanya, mengelola nama baik dan reputasi Indonesia menjadi bahasan utama konvensi tahun ini. Sejumlah sesi akan dibahas terkait isu tersebut seperti rencana keynote speaker dari Presiden Jokowi bertajuk membangun global trust dan reputasi Indonesia. Kemudian, narasumber dari beberapa kementerian dengan tema Positioning Reputasi Indonesia dalam Global Lanskap serta Indonesia Reputation Management in a Fast-Moving World – 2030 Road map. Berikutnya, Transformasi PR Landasan komunikasi dalam perspektif lintas budaya serta Pitch Your Stories to the World.

Tak ketinggalan, akan ada malam budaya dan penghargaan Perhumas (PERHUMAS PR Excellence Award) “Pada akhirnya, konvensi ini diharapkan menghasilkan pemikiran-pemikiran dalam mentransformasikan peran public relations dalam tataran strategis dan operasional. Termasuk menetapkan kembali Kode Etik Kehumasan Indonesia, meluncurkan hari Humas Indonesia, serta dapat melahirkan gagasan gagasan dalam menciptakan Country Branding Indonesia yang selanjutnya menjadi acuan semua pihak dalam membangun Reputasi Indonesia dengan Kekuatan PR,”pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular