DESTINASI BANDUNG– Komunitas Semut Foto (KSF) mengadakan trip hunting foto ke desa adat Baduy yang berlokasi di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Trip hunting fotografi bersama Komunitas Semut Foto (KSF) ke desa adat Baduy tersebut berlangsung pada Sabtu hingga Minggu 10-11 Juni 2023 untuk melihat langsung keindahan destinasi wisata dan juga destinasi budaya yang masih memegang teguh adat istiadat dari leluhurnya.
Mengusung tema ‘Saba Ka Baduy’ trip hunting foto Komunitas Semut Foto (KSF) di ikuti sekitar 54 peserta dari beragam usia dan profesi seperti dokter dan juga pelajar. Bahkan ada peserta paling muda yang masih duduk dibangku SMP.

Kemudian dilanjutkan dengan hunting foto- foto landscape, street, human interest dengan memotret aktivitas keseharian warga adat baduy yang melakukan pembuatan gula aren, warga adat baduy yang sedang menenun kain tenun khas baduy dan juga yang sedang membuat koja yakni tas khas baduy.
Setelah itu dilanjutkan dengan hunting foto anak-anak adat baduy yang sedang bermain di sungai dan juga jembatan bambu.
Para peserta Komunitas Semut Foto (KSF) ‘KSF Saba Ka Baduy’ melakukan hunting foto diawali dari tugu selamat datang menuju jembatan bambu di desa Gajebo Baduy luar.

Meskipun medan yang sangat menantang para peserta tetap semangat mengikuti acara hunting bareng tersebut.
Selama perjalanan menuju jembatan bambu yang terletak di desa gajebo, para peserta harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam dengan kontur jalan yang menanjak dan menurun dengan jalan yang berbatu yang tentunya sangat menguras tenaga.
Meskipun trekking yang sangat menantang, namun para pengunjung disuguhi oleh pemandangan alam sangat indah dan masih alami serta bertemu dengan masyarakat adat Baduy yang sangat ramah, sehingga rasa lelah tersebut terbayar.

Para peserta juga melanjutkan hunting foto di perkampungan suku Baduy tersebut.
Para peserta mengamati dan mengikuti beragam aktivitas keseharian warga di perkampungan adat baduy tersebut.

Hingga melihat bagaimana warga adat baduy yang masih kental dengan sifat gotong royongnya saat sedang mendirikan salah satu rumah warga.
Acara hunting foto bareng Komunitas Semut Foto diakhiri dengan hunting foto pembuatan proses gula aren dan juga hunting foto warga baduy yang sedang membuat kain tenun.
Setelah sebelumnya makan siang bersama sambil menikmati durian khas baduy di rumah seorang warga.

Suku Baduy hingga saat ini terkenal sebagai suku yang menolak modernisasi dan sangat menjaga warisan adat serta tanah nenek moyang mereka.
Suku baduy terdiri dari dua suku yakni baduy luar dan juga baduy dalam.

Hingga saat ini di Baduy Dalam masyarakatnya masih memegang prinsip hukum adat dan kuat menjalan kearifan lokal seperti tidak memperbolehkan alat komunikasi seperti HP dan listrik masuk ke Baduy Dalam.
Sedangkan orang Baduy Luar tinggal di Desa Cikadu, Kaduketuk, kadukolot, Gajeboh, dan Cisagu, yang mengelilingi wilayah Baduy Dalam.

Menurut Ketua Komunitas Semut Foto (KSF) Rini Syahrini , kegiatan hunting foto. ini dalam rangka memeriahkan hari jadi Komunitas Semut Foto ke 11 ( 30 Juni 2023 ).
“Memilih Baduy sebagai destinasi hunting KSF kali ini karena Baduy merupakan salah satu dari sekian banyak spot foto impian para fotografer dan KSF merealisasikannya, ” katanya.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar dengan 54 peserta, jumlah tersebut diatas ekspektasi yang direncanakan, ” ujarnya.
Rini berharap dengan adanya kegiatan ini, Semoga ke depannya KSF akan terus bisa menjadi media bagi para fotografer untuk bersilaturahmi serta berkarya.
Sementara itu Bima (35) salah satu peserta hunting bareng KSF ini mengatakan, dirinya mengakui cukup melelahkan dalam mengikuti kegiatan ini karena tidak menyangka trekkingnya lumayan jauh serta lokasinya lumayan menantang.
Lebih lanjut Bima mengatakan, meskipun melelahkan, namun hasil dan konsep dari kegiatan tersebut sangat bagus
“Saya berharap KSF bisa mewadahi penghobi fotografi menjadi tempat untuk belajar mengumpulkan karya-karya dan menyalurkan hobi dengan kegiatan yang positif,” ujar Bima yang sudah bergabung dengan KSF dari tahun 2017.
Sedangkan Barli (34) peserta hunting bareng KSF mengatakan bahwa acara ini luar biasa.
“Karena ini merupakan pengalaman pertama ke Baduy, diluar ekspektasi dikira sepi ternyata ramai dan sangat mengesankan, ” katanya.
Diulang tahunnya yang ke 11, Barli berharap semoga KSF semakin besar dan menjadi acuan para fotografer di Indonesia. ***












