Penertiban Kabel Udara Bandung Dimulai, Pemkot Pastikan Internet Tetap Aman Tanpa Gangguan

oleh -217 Dilihat
Penertiban Kabel Udara Bandung Dimulai, Pemkot Pastikan Internet Tetap Aman Tanpa Gangguan
Penertiban Kabel Udara Bandung Dimulai, Pemkot Pastikan Internet Tetap Aman Tanpa Gangguan

DESTINASI BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung resmi memulai program penertiban kabel udara yang selama ini menghiasi sejumlah ruas jalan utama. Program yang dimulai pada 2 Juni 2026 tersebut menjadi langkah awal menuju penataan infrastruktur kota yang lebih rapi, aman, dan modern.

Meski proses pemindahan kabel dilakukan secara bertahap, masyarakat diminta tidak khawatir terkait kemungkinan gangguan layanan internet. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan seluruh proses telah dipersiapkan dengan matang sehingga konektivitas digital tetap terjaga.

Menurut Farhan, Pemkot Bandung bersama berbagai pihak terkait telah memastikan jaringan internet tetap berjalan normal selama proses migrasi kabel udara ke jaringan bawah tanah berlangsung.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tempat Wisata Bandung untuk Liburan Long Weekend, Seru untuk Keluarga dan Anak Muda

“Kami memastikan tidak akan terjadi blackout internet. Seluruh layanan publik dan kebutuhan masyarakat akan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Farhan.

Program penataan kabel ini merupakan bagian dari penyelenggaraan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) Kota Bandung. Melalui program tersebut, kabel-kabel yang selama ini menggantung di udara akan dipindahkan ke jalur bawah tanah yang telah dibangun sebelumnya.

Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII), Asep Wawan Dharmawan, menjelaskan berbagai persiapan teknis telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan dimulai. Infrastruktur pendukung seperti manhole, handhole, jalur utama, hingga akses jaringan telah tersedia dan siap digunakan.

Selain itu, koordinasi dengan para penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) juga dilakukan secara intensif. Sosialisasi dan pendampingan teknis diberikan untuk memastikan proses perpindahan jaringan berjalan lancar.

Dari 29 perusahaan yang menyatakan dukungan terhadap program ini, sebanyak 13 perusahaan telah siap menggunakan jaringan bawah tanah. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas layanan internet selama proses penertiban berlangsung.

Asep menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan telah dirancang secara berlapis sehingga risiko terputusnya jaringan secara menyeluruh dapat dihindari. Dengan demikian, saat kabel udara diturunkan, jaringan bawah tanah sudah berfungsi sebagai jalur alternatif.

Baca Juga: HARRIS Hotel and Conventions Festival Citylink Bandung Hadirkan ‘Bubur Malam Ang’Sory’, Sensasi Kuliner Malam Autentik di Harris Cafe

Pemkot Bandung juga memberikan perhatian khusus terhadap layanan publik yang bergantung pada jaringan internet. Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, hingga DPMTSP telah dipetakan kebutuhan konektivitasnya.

Tak hanya sektor pemerintahan, layanan perbankan dan sektor vital lainnya juga masuk dalam prioritas pengamanan jaringan selama proyek berlangsung.

Sebagai langkah antisipasi, tim teknis disiagakan selama 24 jam penuh guna merespons setiap kendala yang mungkin terjadi di lapangan.

Tahap awal penertiban dilakukan di kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Sunda. Selanjutnya pekerjaan akan berlanjut ke ruas Tamblong-Veteran serta Merdeka-Lembong-Tamblong.

Secara keseluruhan, program ini mencakup 36 ruas jalan hingga 18 Juni 2026. Setelah itu, penataan akan dilanjutkan pada Juli 2026 dengan tambahan 13 ruas jalan lainnya.