Bakti Lingkungan Djarum Foundation Gelar Lokakarya Jurnalisme Lingkungan: Inisiatif Hijau untuk Kehidupan yang Lebih Baik

oleh -397 Dilihat
Bakti Lingkungan Djarum Foundation Gelar Workshop Bertema Keberlanjutan untuk Media Inisiatif Hijau untuk Kehidupan yang Lebih Baik

DESTINASI BANDUNG – Pada Selasa 12 November 2024, lokakarya jurnalisme lingkungan bertajuk “Konservasi & Lingkungan Berkelanjutan: Inisiatif Hijau untuk Kehidupan yang Lebih Baik” resmi dimulai. Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis 14 November 2024 ini menyoroti pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat terkait isu-isu lingkungan serta upaya berkelanjutan.

Lokakarya Jurnalisme Lingkungan yang mengusung tema Inisiatif Hijau untuk Kehidupan yang Lebih Baik ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Jawa, Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Danang Kuncara. Dalam sambutannya, Danang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong konservasi alam secara berkelanjutan.

Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Jawa, Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Danang Kuncara, dalam sambutannya mengungkapkan perlunya perhatian bersama terhadap meningkatnya bencana alam dan perubahan pola cuaca yang terjadi saat ini. Gejala-gejala tersebut menjadi indikasi dampak perubahan iklim akibat berbagai aktivitas manusia yang memengaruhi keseimbangan alam.

Danang menekankan bahwa ketergantungan manusia terhadap sumber daya alam sangatlah besar, terutama terhadap air dan udara bersih. Sumber daya ini seharusnya dapat diakses bebas oleh semua orang dari ekosistem yang terjaga keseimbangannya. Namun, rusaknya lingkungan menyebabkan kelangkaan, sehingga nilai sumber daya yang semula bisa diakses secara gratis menjadi meningkat.

Untuk mengatasi kelangkaan ini, dibutuhkan penerapan konsep ekonomi hijau, di mana lingkungan dijadikan faktor penting dalam perhitungan keberlanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan kebutuhan akan sumber daya alam dapat dipenuhi tanpa harus mengorbankan keseimbangan lingkungan.

Sementara itu Mutiara Diah Asmara, Director of Communications dari Djarum Foundation. Mutiara memaparkan lima pilar bakti Djarum Foundation yang mendasari seluruh inisiatif hijau yang dilakukan yayasan tersebut. Pilar-pilar ini mencakup pendidikan, lingkungan, pengembangan masyarakat, kesehatan, dan olahraga.

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), yang berdiri sejak 1979, telah berhasil menanam lebih dari 2,3 juta pohon di berbagai wilayah strategis, termasuk sepanjang jalur Pantura, tol trans Jawa, dan tol trans Sumatera, yang totalnya membentang hingga 3.300 kilometer. Setiap pohon yang ditanam akan dirawat selama tiga tahun sebelum tanggung jawab perawatannya diserahkan kepada pengelola jalan.

Selain itu, BLDF telah menanam lebih dari 1,1 juta bibit mangrove di sepanjang pesisir pantai utara dan selatan, dengan melibatkan generasi muda dalam gerakan “Siap Darling” (Siap Sadar Lingkungan). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan anak muda.

“Generasi muda memegang peran penting,Kami memahami peran media massa dalam menyampaikan isu-isu lingkungan. Kami ingin mengajak rekan-rekan media untuk memahami inisiatif lintas sektor yang dilakukan oleh pemerintah, swasta, komunitas, dan individu dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.”

Sesi berikutnya bertajuk “Mengambil Peran Melalui Green Business” dipresentasikan oleh Founder Monday Co., Mirsa. Dalam pemaparannya, Mirsa berbagi pengalaman bisnis ramah lingkungan, yang dapat menginspirasi pelaku usaha untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.

Sementara itu Direktur Tropenbos Indonesia, Edi Purwanto, yang turut menjadi pembicara dalam lokakarya tersebut, menyampaikan harapannya terkait pentingnya kolaborasi multipihak dalam melestarikan lingkungan.

“Edukasi untuk membangun kesadaran lingkungan harus terus didorong, salah satunya melalui peran media. Dengan konten yang relevan dan pemahaman mendalam tentang isu lingkungan, diharapkan urgensi konservasi dapat menjadi kesadaran kolektif untuk menyelamatkan lingkungan,” ujar Edi.

Sesi Seleanjutnya menghadirkan Luthfi Kurniawan, Social Media Marketing & Video Production Manager Kompas.com, yang membahas pentingnya strategi komunikasi media sosial dalam mengampanyekan isu-isu lingkungan. Sesi ini diikuti dengan paparan dari Bambang P. Jatmiko, Editor Ekonomi, UMKM, dan Lead Konten Kanal Lestari di Kompas.com, yang menyampaikan materi “The Green Pen: Sustainability Content Agar Melekat di Hati Audiens”. Bambang menekankan bahwa penyajian konten yang tepat dapat membantu pesan-pesan keberlanjutan lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Pada akhir lokakarya, peserta melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas lingkungan. Perjalanan dimulai dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) di Taman Oasis Kudus, di mana peserta melihat langsung proses pembibitan tanaman untuk reboisasi. Kemudian, peserta juga mengunjungi Pusat Pengolahan Organik yang menjadi contoh penerapan teknologi pengolahan limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para jurnalis untuk semakin aktif mengampanyekan isu lingkungan melalui karya-karya jurnalistik yang informatif dan inspiratif.