The Edit Bandung Hadirkan Kurasi 20+ Desainer, Pusat Modest Fashion Baru Jelang Ramadan 2026

oleh -477 Dilihat
The Edit Bandung Hadirkan Kurasi 20+ Desainer, Pusat Modest Fashion Baru Jelang Ramadan 2026
The Edit Bandung Hadirkan Kurasi 20+ Desainer, Pusat Modest Fashion Baru Jelang Ramadan 2026

DESTINASI BANDUNG– Menjelang Ramadan 2026, tren busana muslim di Bandung menunjukkan perkembangan yang semakin beragam. Konsumen kini tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi mulai memilih pakaian yang benar-benar mencerminkan karakter dan selera pribadi. Fenomena tersebut terlihat dari hadirnya The Edit, sebuah ruang kurasi modest fashion yang kini hadir di Trans Studio Mall Bandung.

Berbeda dari butik biasa, The Edit menawarkan konsep moslem fashion brand center, yakni tempat yang mempertemukan berbagai label busana muslim dalam satu ruang elegan. Melalui konsep kurasi yang ketat, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi desainer dengan identitas yang berbeda, tanpa harus berpindah dari satu toko ke toko lainnya.

The Edit Bandung Hadirkan Kurasi 20+ Desainer, Pusat Modest Fashion Baru Jelang Ramadan 2026
The Edit Bandung Hadirkan Kurasi 20+ Desainer, Pusat Modest Fashion Baru Jelang Ramadan 2026

The Edit menjadi salah satu destinasi baru bagi muslimah modern yang mencari busana berkualitas untuk berbagai kebutuhan Ramadan, mulai dari kajian, acara buka puasa bersama, hingga silaturahmi Idulfitri.

Berawal dari Pengalaman Panjang di Industri Fashion

Pendiri The Edit, Mumtazah Bavadal, sebenarnya telah lama berkecimpung di dunia fashion muslim. Sejak 2008 ia mengembangkan bisnis Zip Collection yang menghadirkan busana dari Timur Tengah seperti Mesir dan Turki ke pasar Indonesia.

Baca Juga: Artotel Suites Aquila sebagai Hotel Butik Premium di Bandung

Namun pengalamannya mengikuti berbagai pameran fashion justru menimbulkan kegelisahan tersendiri. Ia melihat banyak brand berkualitas yang tidak ditampilkan secara maksimal karena konsep display yang kurang diperhatikan.

Bersama sang suami, Alex Saleh Aldjaidi, Mumtazah kemudian merancang sebuah konsep baru: menghadirkan ruang yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menampilkan brand dengan estetika yang layak.

Mulai dari pencahayaan, tata ruang, hingga penempatan koleksi, semuanya dirancang agar setiap brand dapat tampil optimal.

Dari gagasan tersebut lahirlah The Edit, sebuah ruang kurasi yang menempatkan kualitas, karakter, dan estetika sebagai fokus utama.

Baca Juga: Rekomendasi 60 Hotel di Bandung untuk Bukber Iftar Ramadan 2026, Ada Hadiah Umroh dan Staycation

Menghadirkan Lebih dari 20 Brand dalam Satu Ruang

Saat ini The Edit menghadirkan sekitar 22 brand dan desainer yang telah melalui proses seleksi kuratorial. Mayoritas label yang bergabung merupakan karya desainer Indonesia, meskipun terdapat juga brand regional dari negara lain.

Salah satu desainer yang hadir adalah Malik Moestaram, bersama sejumlah brand modest fashion lainnya yang memiliki karakter kuat.

Menurut Alex Saleh, The Edit bukan sekadar toko, tetapi juga sebuah ekosistem yang mempertemukan kreativitas desainer dengan pasar yang tepat.

Konsep ini memungkinkan pelanggan menemukan berbagai gaya busana muslim dalam satu lokasi, mulai dari yang klasik hingga modern, tanpa kehilangan identitas masing-masing brand.

Tren Busana Muslim Ramadan 2026

Dari sisi desain, koleksi yang hadir di The Edit menunjukkan beberapa tren busana muslim yang diprediksi akan populer selama Ramadan tahun ini.

Siluet loose dan flowy masih mendominasi karena memberikan kenyamanan sekaligus tampilan elegan. Namun detailnya kini lebih halus dan minimalis, seperti bordir lembut, aksen floral timbul, serta layering ringan yang memberi dimensi pada busana.

Sementara dari segi warna, palet pastel dan earthy tone menjadi pilihan utama. Warna seperti dusty blue, nude, broken white, hingga beige banyak muncul dalam koleksi Ramadan karena dianggap memberikan kesan lembut sekaligus menenangkan.

Meski tren pastel sedang naik daun, Mumtazah menegaskan bahwa setiap brand tetap mempertahankan identitas desain masing-masing.

Bagi The Edit, kurasi bukan sekadar memilih yang sedang populer, tetapi memastikan setiap brand tetap memiliki karakter kuat yang bisa diapresiasi konsumen.

One Stop Shopping untuk Muslimah Modern

Terletak di Ground Floor Trans Studio Mall Bandung, tepat di depan eskalator utama, The Edit dirancang sebagai solusi belanja praktis bagi muslimah dengan mobilitas tinggi.

Dalam satu ruang, pelanggan dapat menemukan berbagai pilihan busana muslim untuk berbagai aktivitas, mulai dari pakaian kerja, outfit kasual, hingga busana spesial untuk Hari Raya.

Kisaran harga koleksi yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp6 juta, sehingga dapat menjangkau segmen pasar middle-up hingga premium.

Target pasar utama The Edit adalah muslimah modern, profesional, serta para entrepreneur yang mengutamakan kualitas sekaligus penampilan yang elegan.

Dari Pameran Menuju Butik Permanen
Sebelum memiliki toko permanen, konsep The Edit sempat diuji melalui pameran fashion di Main Atrium Trans Studio Mall Bandung. Respons pasar yang sangat positif membuat para penggagasnya yakin untuk membuka butik tetap.

Penjualan yang melonjak selama pameran menjadi bukti bahwa konsumen membutuhkan tempat yang memudahkan mereka menemukan berbagai brand busana muslim dalam satu lokasi.

Karena itu, The Edit akhirnya hadir sebagai store permanen pertama di TSM Bandung, dengan harapan dapat menjadi destinasi belanja modest fashion yang berkelanjutan.

Menghubungkan Kreativitas Desainer dengan Konsumen

Meski memiliki nama yang kuat, The Edit tidak berencana membuat label fashion sendiri. Konsep utamanya justru menjadi wadah yang mengumpulkan berbagai brand berkualitas dalam satu ruang kurasi.

Brand yang bergabung tidak akan diganti secara berkala selama masih mampu mempertahankan kualitas dan performa penjualan yang baik.

Namun peluang tetap terbuka bagi desainer baru yang memenuhi standar kurasi.

Dengan konsep tersebut, The Edit ingin menjadi jembatan antara kreativitas para desainer dengan konsumen yang menghargai kualitas dan keunikan karya.

Bagi Mumtazah, modest fashion saat ini bukan lagi sekadar tren musiman. Ia telah berkembang menjadi cerminan gaya hidup yang semakin personal.

Di tengah banyaknya pilihan fashion muslim, The Edit hadir sebagai tempat yang tidak hanya menjual busana, tetapi juga menghadirkan pilihan yang relevan bagi setiap gaya dan karakter perempuan modern.