DESTINASI BANDUNG – Universitas Teknologi Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdiankepada masyarakat melalui program bertajuk Revolusi Hijau: Implementasi Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Lingkungan Berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen UTB dengan Dewi Mulyasari Sumarta, S.T., M.T. sebagai ketua pelaksana, Rimba Krishna Sukma Dewi, S.T., M.M. sebagai sekretaris, serta anggota tim yang terdiri dari Ari
Hadhiwibowo, S.T., M.Kom., Diyah Wijayati, S.Si., M.Si., dan Titania Sari, S.S., M.Hum.
Kegiatan ini bertempat di Kelurahan Pungkur, dengan tujuan utama memberikan edukasi dan solusi nyata bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik yang sering kali menjadi masalah lingkungan.
Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan bahan biodegradable lainnya menyumbang sekitar 50%-60% dari total sampah yang dihasilkan setiap hari. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk
pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, dan peningkatan emisi gas rumah kaca akibat dekomposisi yang tidak terkontrol.
Salah satu kendala utama dalam pemanfaatan sampah organik adalah keterbatasan alat dan teknologi. Oleh karena itu, tim dosen UTB menghadirkan mesin pencacah sampah organik sebagai solusi inovatif.
Mesin ini mampu mempercepat proses penguraian sampah menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga mempercepat proses pengomposan dan pengolahan lanjutan.
Baca juga: UTB dan KONI Kota Bandung Tandatangani MoU untuk Dukungan Pendidikan dan Pengembangan Atlet
Dengan implementasi mesin pencacah ini, masyarakat dapat mengolah sampah organik secara lebih efektif dan efisien.
Selain itu, penggunaan mesin ini juga dapat meningkatkan kualitas hasil olahan, seperti kompos yang lebih cepat matang dan memiliki kandungan nutrisi tinggi. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, memperkenalkan serta melatih penggunaan mesin pencacah sampah sebagai solusi praktis dalam pengolahan sampah organik, serta mendorong terbentuknya unit pengolahan sampah organik berbasis masyarakat dengan dukungan teknologi pencacah sampah.
Diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Pungkur dapat mengelola sampah organik secara mandiri, mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta memanfaatkan hasil olahan untuk kebutuhan produktif lainnya.
Baca juga: Mahasiswa UTB Sukses Raih Juara di PEKSIS dan INDONERIS IT Competition
Selain itu, kolaborasi antara akademisi UTB dan masyarakat juga diharapkan dapat membangun sinergi dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Teknologi Bandung terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan solusi konkret dalam pengelolaan sampah, serta menunjukkan peran aktifnya dalam membangun lingkungan yang lebih baik melalui inovasi dan edukasi berbasis teknologi.





