Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBisnisDatang Yuk ke Harnas UMKM di Ciwalk ...

Datang Yuk ke Harnas UMKM di Ciwalk Bandung, Banyak Pameran UMKM Loh

DESTINASI BANDUNG – Dalam rangka hari UMKM Nasional kota Bandung di tunjuk sebagai tuan rumah Hari Nasional Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Harnas UMKM) serta Sumsel Expo 2022 yang berlokasi di Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung yang berlangsung dari tanggal 12 hingga tanggal 14 Agustus 2022.

Pameran Harnas UMKM yang dihadiri oleh Menteri KUKM Teten Masduki yang digelar di Ciwalk ini menghadirkan berbagai produk umkm mulai dari fesyen, kuliner, kerajinan dan tekstil.

Turut mendampingi MenKopUKM dalam Harnas UMKM yakni Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim, Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rahman, serta dihadiri oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar, dan Bupati serta Wakil Bupati seluruh Indonesia.

Harnas UMKM 2022 yang berlokasi di Ciwalk Kota Bandung ini bertujuan sebagai upaya pemulihan ekonomi serta bentuk promosi untuk mendukung peningkatan produk dalam negeri.

Terlihat pengunjung yang berada di lokasi pameran sangat antusias saat melihat sejumlah produk UMKM yang dipasarkan pada Hari Nasional (Harnas) UMKM Bandung 2022 di Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas, Kota Bandung.

“Harnas UMKM 2022 menjadi momentum dalam mengkonsolidasikan segenap sumber daya yang begitu besar dalam memajukan peran UMKM bagi perekonomian nasional,” ujar Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki saat sambutan di pembukaan Harnas UMKM dan Sumsel Expo 2022 di Ciwalk Bandung, Jumat 12 Agustus 2022.

Lebih lanjut Teten mengatakan, 12 Agustus dipilih sebagai Harnas UMKM karena bertepatan dengan hari lahirnya Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta.

Seperti diketahui Bung Hatta merupakan peletak dasar ekonomi kerakyatan Indonesia, dan pada tahun 2016 diselenggarakan peringatan Harnas UMKM perdana yang dipusatkan di Yogyakarta.

“Kita perlu data antar daerah, sekarang kita belum punya. Tahun ini kami targetkan 14 juta data UMKM. Jadi izin edar, sertifikasi halal, nomor induk berusaha, harus kita kebut, harus percepat,”ujar.

Teten menambahkan, kalau Rp400 triliun dibelanjakan ke UMKM, dapat membantu pertumbuhan ekonomi1,58 persen, atau menyerap lebih dari satu juta lapangan kerja, tanpa ada investasi baru.

“Kita akan mengupayakan agar UMKM mudah mengakses permodalan. Perlu pendekatan inkubasi yang terintegrasi dengan pembiayaan dan pasar. Tak lagi hanya pelatihan,”katanya.

Tidak hanya itu Teten juga menjelaskan kalau UMKM harus terintegrasi dengan digitalisasi.

Terlebih, menurutnya potensi nilai ekonomi digital pada 2030 mendatang dapat mencapai Rp5400 triliun.

“Saat ini lebih dari 10 persen di e-commerce itu produk impor. Jadi kita harus perkuat produksi kita, agar market digital yang besar ini dapat memberi manfaat. Apalagi penyelenggaraan pendidikan, properti, transportasi, dan kesehatan, sekarang berbasis teknologi. Ini wilayah UMKM yang harus kita perkuat,” katanya.

Menurutnya, Indonesia harus keluar dari ketergantungan akan produk impor. Terlebih, di saat situasi ekonomi global yang tidak menentu, dimana perekonomian dalam negeri akan terpuruk jika masih bergantung kepada barang-barang luar negeri.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah pusat mendata potensi masing-masing provinsi terutama menyangkut UMKM.

“Data sangat diperlukan agar setiap daerah akan saling mengetahui keberadaan barang-barang yang dibutuhkan tanpa harus mengimpor dari luar negeri,” ucap Ridwan Kamil.

“Jadi ketika kita perlu apa-apa, tahu barangnya ada di mana. Tidak perlu beli dari China,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat yang mendampingi Menteri KUKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya memastikan kebersamaan setiap provinsi menjadi kunci utama optimalisasi pertumbuhan ekonomi terutama dalam merevitalisasi UMKM.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengapresiasi kinerja program KemenKopUKM yang dipimpin Menteri Teten, di mana hingga saat ini terasa akselerasi di bidang UMKM yang terus meningkat di Jabar.

Untuk itu, dalam rangka perayaan Harnas UMKM di Jabar ini, Kang Emil sapaan akrabnya, menjadi petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa bagaimana Indonesia mampu bertahan dari gejolak ekonomi, salah satunya dengan pemberdayaan UMKM.

“Kalau kita lihat, tidak ada di dunia Hari UMKM. Banyak negara perang bahkan menjadi negara gagal atau bangkrut seperti Yugoslavia, karena tidak memiliki kekuatan ekonominya dari UMKM,”pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular