DESTINASI BANDUNG – Universitas Teknologi Bandung (UTB) melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa, melaksanakan pelatihan batik tulis yang bertujuan untuk memberdayakan remaja difabel dan lansia.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin dan Selasa, 25-26 November 2024 di Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Jawa Barat, yang terletak di Kota Cimahi.
Pelatihan ini berfokus pada pemberdayaan dua kelompok rentan, yaitu remaja difabel dan lansia, dengan tujuan untuk menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan melalui keterampilan membatik.
Kegiatan ini dikelola oleh Dewi Shintya Pratiwi, S.T., M.Ds. selaku ketua tim pengabdian, bersama anggota tim Muhammad Sabar, S.T., M.T., dan Abdul Fatah, S.T., M.T. UTB juga menjalin kerja sama dengan Griya Harapan Difabel (GHD) Dinas Sosial Jawa Barat sebagai mitra pelatihan, serta Indonesia Ramah Lansia (IRL) Bandung sebagai peserta.
Baca juga: UTB Tandatangani Komitmen Penghijauan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Bersama Pemkot Bandung
Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan dua kelompok yang seringkali terpinggirkan dalam masyarakat, yaitu remaja difabel dan lansia.
Pelatihan ini melibatkan remaja difabel sebagai mentor yang memberikan pelatihan kepada lansia dari Indonesia Ramah Lansia (IRL).
Kerja sama ini didasari oleh keinginan untuk mendorong inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.
Melalui pelatihan ini, remaja difabel dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan mengurangi stigma negatif yang sering melekat pada mereka, sementara lansia diberikan kesempatan untuk tetap aktif dan produktif.
Baca juga: Himpunan Karya Kreatif ‘Brief or Break’ Oleh HMDKV UTB Ramaikan KMDGI XV di Yogyakarta
Di sisi lain, peserta juga dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif dan motorik mereka, yang sering dialami oleh lansia.
Sebagai bentuk komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Mengurangi Ketimpangan, kegiatan ini berupaya menciptakan peluang ekonomi baru bagi para peserta.
Dengan menguasai keterampilan membatik, remaja difabel dan lansia dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi, yang dapat dipasarkan baik secara lokal maupun lebih luas, mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga mengedepankan aspek sosial dan psikologis.
Baca juga: Pelatihan Menggambar Dasar oleh Dosen UTB: Dorong Kreativitas Guru TK Kartika VIII-25
Melalui keterlibatan dalam pelatihan, lansia yang sering menghadapi isolasi sosial dapat meningkatkan interaksi sosialnya, mengurangi kesepian, serta merasakan kebahagiaan dan kepuasan atas hasil karya mereka. Sementara itu, peran remaja difabel sebagai mentor memperlihatkan potensi mereka dalam berkontribusi terhadap masyarakat, membangun rasa kepercayaan diri dan mengubah pandangan publik tentang mereka.
Pelatihan ini juga memiliki dampak dalam melestarikan budaya lokal, khususnya seni batik, yang merupakan bagian dari identitas budaya Indonesia. Dengan melibatkan kedua kelompok ini dalam kegiatan membatik, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memperkuat ikatan sosial melalui pelestarian budaya. Hal ini sejalan dengan poin SDG Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang mengajak masyarakat untuk menjaga warisan budaya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan dan peluang ekonomi, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang lebih inklusif dan memperkuat kesejahteraan psikologis peserta.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Teknologi Bandung semakin menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya, yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.





