Teafest 2025 Ramaikan Bandung Indah Plaza: Lomba Menggambar dan Pameran Teh Jadi Daya Tarik Utama

oleh -1091 Dilihat
Teafest 2025 Ramaikan Bandung Indah Plaza: Lomba Menggambar dan Pameran Teh Jadi Daya Tarik Utama

DESTINASI BANDUNG- Suasana berbeda menghiasi atrium Bandung Indah Plaza (BIP) pada 15–20 Juli 2025. Dalam semangat merayakan kekayaan budaya dan keberlanjutan teh Indonesia, ajang Teafest 2025 hadir dengan berbagai kegiatan menarik seperti lomba menggambar anak, kompetisi meracik teh (Mixtéalogi), workshop, hingga pameran teh yang melibatkan petani dari berbagai daerah.

Acara ini diselenggarakan oleh kolaborasi beberapa organisasi besar seperti Business Watch Indonesia, Paguyuban Tani Lestari, Solidaridad, dan Indonesia Tea Marketing Association (ITMA). Tujuan utamanya adalah mengenalkan teh sebagai minuman lintas generasi—tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga untuk anak muda dan anak-anak.

Salah satu kegiatan paling meriah adalah Drawing Competition yang digelar pada 20 Juli 2025. Ketua panitia Teafest 2025, Aditya Hadi Permana, menyampaikan bahwa lomba ini diikuti oleh 47 anak tingkat sekolah dasar. Tujuannya untuk mengenalkan teh kepada generasi muda sejak dini melalui kegiatan kreatif yang menyenangkan.

Baca Juga: Waspadai Mata Minus Sejak Dini! Kampanye PERMADANI Ungkap Fakta Penting di VIO Optical Clinic Bandung

“Teh itu bukan minuman untuk orang tua saja. Lewat lomba menggambar, anak-anak bisa belajar mengenal teh sambil bersenang-senang bersama orang tua mereka,” ujar Aditya. Setelah menggambar, anak-anak juga diajak mencicipi berbagai jenis teh dari petani lokal.

Selain lomba menggambar, kegiatan Mixtéalogi Competition yang digelar pada 15 Juli 2025 menjadi sorotan utama. Kompetisi ini mendorong peserta untuk menciptakan racikan teh modern yang inovatif, memadukan berbagai bahan alami dengan teh lokal sebagai bahan dasar.

Keesokan harinya, 16 Juli 2025, diselenggarakan Workshop Mixtéalogi yang terbuka untuk umum. Workshop ini menjadi ruang belajar bagi para pengunjung untuk memahami cara meracik teh dengan pendekatan kekinian, tanpa melupakan kekayaan budaya teh nusantara.

Sepanjang acara, pengunjung bisa menikmati Pameran Teh yang menghadirkan sekitar 30 jenis teh dari petani di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tercatat ada petani dari 9 kabupaten di Jawa Barat dan 4 kabupaten di Jawa Tengah yang turut serta.

Paguyuban Tani Lestari, yang turut menginisiasi acara ini, didukung penuh oleh berbagai mitra strategis agar produksi teh lokal tetap terjaga kualitas dan keberlanjutannya. Walau kualitas teh petani masih bervariasi, upaya menjaga konsistensi terus dilakukan.

Baca Juga: Jenius Hadirkan Sesi Financial Wellness di Bandung, Dorong Generasi Digital Melek Finansial

Salah satu pengunjung istimewa, Prof. Kerry, bahkan menyatakan apresiasinya terhadap teh hijau (green tea) yang dipamerkan. Menurutnya, kualitas green tea lokal cukup menjanjikan dan layak dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Lokasi acara di Bandung Indah Plaza dipilih karena nilai historis dan daya tariknya sebagai mal yang melekat di ingatan warga Bandung. Menurut panitia, BIP adalah tempat strategis untuk memperluas jangkauan edukasi teh ke khalayak lebih luas.

Teafest 2025 juga jadi ajang penting bagi pelaku bisnis F&B yang ingin mencari peluang baru dengan produk teh. Banyak perwakilan industri kuliner hadir mencoba teh yang dipamerkan, sebagai potensi menu utama di kafe maupun restoran.

Salah satu visi besar dari acara ini adalah menjadikan teh sebagai minuman utama di kafe, bukan sekadar pelengkap. Teh lokal Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bersaing dengan tren minuman global lainnya.

Antusiasme masyarakat terhadap Teafest 2025 sangat tinggi. Ribuan pengunjung memadati setiap kegiatan, menunjukkan bahwa teh masih menjadi bagian penting dalam gaya hidup masyarakat modern.

Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, Teafest 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk menjadikan teh lokal sebagai ikon kebanggaan nasional sekaligus peluang ekonomi berkelanjutan.***