Festival Budaya Fikom Unpad Bakal Semarakkan Jatinangor dengan Ragam Budaya Dunia

oleh -21 Dilihat
oleh
Festival Budaya Fikom Unpad Bakal Semarakkan Jatinangor dengan Ragam Budaya Dunia
Festival Budaya Fikom Unpad Bakal Semarakkan Jatinangor dengan Ragam Budaya Dunia

DESTINASI BANDUNG – Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor akan semakin semarak pada Kamis (25/6/2026) saat Festival Budaya Fikom Unpad digelar di Lapangan Parkir Balai Santika, Universitas Padjadjaran. Ajang tahunan mahasiswa Fikom Unpad ini kembali akan menghadirkan perjumpaan lintas budaya melalui pertunjukan, booth, dan simbol kebudayaan dari berbagai negara.

Mengusung tema “Echoes of the Soil: Roots in Motion, Harmonizing Voices Under a Borderless Sky”, festival  Budaya Fikom Unpad tahun 2026 ini menegaskan semangat keberagaman yang dirangkai dalam satu panggung. Kegiatan ini rencananya akan menampilkan visual penuh warna dengan negara peserta yang membentang dari Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Oseania

Festival Budaya Fikom Unpad Bakal Semarakkan Jatinangor dengan Ragam Budaya Dunia
Festival Budaya Fikom Unpad Bakal Semarakkan Jatinangor dengan Ragam Budaya Dunia

“Melalui festival komunikasi antarbudaya ini, Fikom menjadi ruang temu bagi keanekaragaman budaya dari berbagai penjuru dunia untuk saling berdialog. Ini adalah perayaan nyata bagaimana suara dan tradisi antarnegara dapat bersatu menciptakan harmoni di era global,” ungkap Ira Mirawati, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Fikom Unpad, Sabtu (20/6/2026).

Dia menjelaskan festival tersebut sudah berjalan lebih dari tiga dekade. “Festival Budaya Fikom Unpad sempat terhenti beberapa tahun akibat pandemi Covid-19 sebelum kembali digelar pada 2023.”

Baca Juga: JNE Gandeng UNPAD Gelar Creative Workshop Content Competition 2026, Dorong Kreativitas Generasi Muda

Ketua Festival Budaya Fikom Unpad 2026 Victorya P. P. C. menerangkan, Festival Budaya memiliki makna yang lebih besar dari sekadar tugas akhir mata kuliah. “Bagi kami, Festival Budaya bukan sekadar proyek UAS. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memahami bahwa setiap budaya memiliki akar, nilai, dan cerita yang layak untuk didengar.”

Lewat penampilan dan booth dari berbagai negara, lanjut Victorya, mahasiswa diajak memahami bahwa keberagaman bukan sesuatu yang memisahkan warga dunia. “Keberagaman merupakan kekuatan yang dapat menyatukan kita di bawah langit yang sama tanpa batas,” ujarnya

Pernyataan itu sejalan dengan semangat acara yang menempatkan budaya sebagai ruang dialog. Melalui pertemuan simbol-simbol kebudayaan dari berbagai negara, festival ini mendorong mahasiswa dan pengunjung untuk melihat perbedaan sebagai sumber pembelajaran, bukan pembatas interaksi.

Tahun ini, para mahasiswa Fikom Unpad akan menampilkan berbagai budaya dari sejumlah negara untuk mempertegas cakupan global acara ini. Sejumlah negara yang akan ditampilkan antara lain Korea Selatan, Kenya, Jamaika, Fiji, Norwegia, Jepang, Ghana, Yunani, India, Selandia Baru, Pakistan, Maroko, Prancis, Jerman, Australia, Skotlandia, Filipina, Italia, Etiopia, Spanyol, Vietnam, Nigeria, Meksiko, Afrika Selatan, Kuba, Kanada, Argentina, Mesir, Thailand, Uzbekistan, Brasil, China, dan Peru.

Sebagai agenda yang terbuka dan bernuansa edukatif, Festival Budaya Fikom Unpad kembali menunjukkan bagaimana kampus dapat menjadi ruang pertemuan lintas identitas. Di tengah arus global yang makin terbuka, acara ini menawarkan pesan sederhana: keberagaman dapat dirayakan tanpa kehilangan akar masing-masing.***