Alea Bertransformasi Jadi Alaiya, Brand Fashion Lokal Bandung Perluas Koleksi Daily Wear Modern

oleh -19 Dilihat
Alea resmi berganti nama menjadi Alaiya dengan konsep fashion modern, menghadirkan koleksi daily wear nyaman untuk perempuan aktif
Alea resmi berganti nama menjadi Alaiya dengan konsep fashion modern, menghadirkan koleksi daily wear nyaman untuk perempuan aktif

DESTINASI BANDUNG – Brand fashion lokal asal Bandung, Alea, resmi melakukan transformasi identitas menjadi Alaiya. Perubahan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas pasar sekaligus menghadirkan konsep baru yang lebih relevan dengan gaya hidup perempuan masa kini.

Momentum rebranding tersebut diperkenalkan kepada publik saat Alaiya mengikuti Bandung Shocking Sale Festival di Summarecon Mall Bandung (Summaba). Pergantian nama ini telah dipersiapkan sejak 2024 sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang.

Alea resmi berganti nama menjadi Alaiya dengan konsep fashion modern, menghadirkan koleksi daily wear nyaman untuk perempuan aktif
Alea resmi berganti nama menjadi Alaiya dengan konsep fashion modern, menghadirkan koleksi daily wear nyaman untuk perempuan aktif

Nama Alaiya dipilih karena memiliki makna filosofis “percaya diri”. Tak hanya mengubah identitas merek, transformasi ini juga diikuti dengan perluasan lini produk. Jika sebelumnya dikenal sebagai brand yang fokus menghadirkan hijab, kini Alaiya menghadirkan koleksi daily wear dan streetwear yang bisa dikenakan oleh perempuan berhijab maupun nonhijab.

Baca Juga: Libur Sekolah 2026 Makin Seru! Ini 12 Tempat Wisata di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan

Owner Alaiya, Ratri Werdiningsih Wijaya, mengatakan konsep terbaru tersebut mengusung gaya yang lebih modern, feminin, dan mencerminkan karakter perempuan mandiri.

“Alaiya hadir dengan koleksi yang clean, simple, chic, dan mudah dipadukan untuk berbagai aktivitas. Kami ingin menghadirkan pakaian yang bisa digunakan perempuan berhijab maupun nonhijab dengan tetap menampilkan kesan modern dan percaya diri,” ujar Ratri.

Usung Warna Natural dan Desain Timeless

Pada koleksi terbarunya, Alaiya lebih banyak menggunakan warna-warna netral serta desain minimalis yang mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Menurut Ratri, kekuatan utama Alaiya terletak pada detail konstruksi desain yang menjadi pembeda dibandingkan produk sejenis di pasaran.

Ia melihat tren fashion perempuan, termasuk hijaber, kini semakin berkembang.

Gaya berpakaian tidak lagi terpaku pada busana syar’i atau gamis, melainkan mulai mengarah pada streetwear yang tetap sopan namun lebih fleksibel dan stylish.

Karena itu, setiap koleksi Alaiya dirancang agar nyaman digunakan mulai dari aktivitas bekerja, menghadiri pertemuan, hingga kegiatan sehari-hari tanpa mengorbankan unsur estetika.

Berawal dari Dunia Seni Hingga Menekuni Fashion

Perjalanan Ratri di industri kreatif sebenarnya telah dimulai sejak lama. Kecintaannya terhadap seni membawanya menempuh pendidikan Desain Interior di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung sebelum akhirnya mendalami dunia fashion secara profesional melalui pendidikan di ESMOD Jakarta.

Sebelum menghadirkan Alaiya, Ratri lebih dulu membangun beberapa brand dengan segmen berbeda, seperti Rumah Batik Wijaya yang berdiri sejak 2007 serta Kamaku.

Pengalaman hampir dua dekade di industri fashion membuatnya memahami perubahan perilaku konsumen, terutama sejak perkembangan dunia digital yang mengubah pola komunikasi antara brand dan pelanggan.

“Kalau dulu penjualan masih sangat bergantung pada toko offline, sekarang pendekatannya sudah berbeda. Kami harus mengikuti cara komunikasi generasi saat ini. Karena itu Alaiya akan lebih fokus memperkuat strategi digital,” jelasnya.

Fokus Mengembangkan Brand Melalui Platform Digital

Selain menghadirkan produk baru, Alaiya juga tengah memperkuat eksistensi di berbagai platform digital.

Langkah ini dilakukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen.

Ratri optimistis transformasi ini akan membuat Alaiya mampu bersaing di industri fashion nasional dengan menghadirkan produk yang mengutamakan kenyamanan, desain modern, dan kualitas.

Menurutnya, pakaian bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga menjadi media bagi perempuan untuk mengekspresikan karakter dan rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pendampingan

Di luar pengembangan bisnisnya sendiri, Ratri juga menaruh perhatian terhadap kemajuan pelaku UMKM di Jawa Barat.

Ia menilai keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga dipengaruhi adanya pendampingan, mentoring, serta dukungan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pelatihan, pemanfaatan teknologi digital, hingga motivasi bagi pelaku usaha perlu terus diperkuat agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas.

“Bukan hanya soal pelatihan, tetapi juga bagaimana memberikan semangat dan membangun support system yang kuat agar pelaku UMKM memiliki keberanian untuk terus berkembang dan memperluas usahanya,” tutup Ratri.