DESTINASI BANDUNG – Suasana penuh kehangatan terasa di Kala Cemara, Horison Green Forest Resort, Jalan Sersan Bajuri, Ledeng, Bandung, pada Minggu (5/10/2025) sore. Sekitar 80 peserta yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa dan keluarga merayakan Mooncake Festival, sebuah tradisi kuno yang menjadi simbol silaturahmi, rasa syukur, dan kebersamaan.
Acara Mooncake Festival yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 19.00 WIB ini dipenuhi dengan tawa, obrolan santai, dan berbagai kegiatan seru.
Dengan mengenakan busana merah sebagai simbol keberuntungan, para peserta Mooncake Festival yang diinisiasi Olylife Bintang-Bintang ini menikmati kue bulan, teh hangat, serta aneka snack tradisional sambil menikmati indahnya bulan purnama.

Makna di Balik Festival Kue Bulan
Menurut Budi Wahyu, selaku Ketua Penyelenggara, perayaan Mooncake Festival kali ini bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga momen untuk menyatukan keluarga besar Olylife Bintang-Bintang.
“Hari ini kita ingin mengumpulkan teman-teman dan keluarga untuk melepas penat dari rutinitas. Kita makan bersama, bercengkerama, dan menikmati suasana santai agar esok bisa kembali semangat bekerja,” ujar Budi.
Ia menambahkan, meski sempat diguyur hujan deras, semangat peserta tidak surut. Dari total 118 undangan, sekitar 80 orang hadir dan bergembira selama lima jam penuh. Beberapa bahkan datang dari luar kota seperti Jakarta, Karawang, dan Cianjur.
Kegiatan Seru dan Pesan Kebersamaan
Festival ini juga diisi dengan penyalaan lampu lentera, permainan interaktif, serta sesi foto bersama di bawah cahaya bulan. Kemeriahan tersebut diiringi suasana penuh tawa dan rasa kekeluargaan.
Ci Wim Wim, salah satu narasumber dan penggerak kegiatan, menyampaikan bahwa acara seperti ini penting untuk mempererat hubungan antaranggota tim.
“Kita semua berasal dari latar belakang berbeda, tapi malam ini kita jadi satu keluarga besar. Energi positif yang kita bawa dari sini semoga bisa menular dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dengan semangat.
Tradisi yang Sarat Makna dan Asimilasi Budaya
Mooncake Festival atau Festival Kue Bulan merupakan tradisi Tionghoa yang dirayakan setiap pertengahan musim gugur berdasarkan penanggalan Imlek.
Namun di Indonesia, festival ini telah berasimilasi menjadi bentuk kebersamaan lintas budaya, dengan nuansa kekeluargaan yang kental.
Budi menambahkan, kegiatan serupa sebelumnya juga dilakukan dalam bentuk bakti sosial, terapi mental, dan donor darah di berbagai tempat.
“Kami ingin komunitas ini tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga kuat secara mental dan spiritual,” ujarnya.
Harapan untuk Tahun Depan
Meski acara tahun ini merupakan perayaan perdana Mooncake Festival versi Olylife Bintang-Bintang, antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak yang berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan.
“Tahun depan semoga kita bisa adakan lagi dengan peserta yang lebih banyak. Kita ingin semua anggota sukses dan bahagia bersama,” tutur Budi menutup acara.
Perayaan Mooncake Festival di Kala Cemara menjadi bukti bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah nilai yang tidak lekang oleh waktu.
Di bawah sinar bulan purnama, Tim Olylife Bintang-Bintang tak hanya menikmati kelezatan kue bulan, tetapi juga membangun ikatan hati yang semakin kuat antaranggota keluarga besar mereka.






