Mengenal Lebih Dekat Okberto, Pemilik Cleo Guest House Bandung

oleh -159 Dilihat
Pemilik Cleo Guset House Okberto / Destinasi Bandung

Destinasi Bandung-Mengenal Lebih Dekat Okberto, Pemilik Cleo Guest House Bandung. Tidak memiliki latar belakang pendidikan di dunia hospitality, tidak membuat Okberto pemilik Cleo Guest House patah arang. Pria asal Belitung yang murah senyum ini justru menyukai tantangan yang ada di dunia hospitality.

Berto sapaan akrabnya mengatakan, dirinya melihat beberapa wisatawan yang ingin menginap di hotel atau Gues House di kota Bandung complain karena harga sangat mahal dengan ukuran kamar yang sangat kecil.

“Awalnya tempat ini (Cleo Guest House) dibuat untuk orang tua saya , jadi kalau sudah usianya sudah tidak muda lagi bisa dipakai untuk berbisnis. Tetapi karena teman-temannya banyak di Jakarta dan Belitung , orang tua saya tidak kerasan tinggal di Bandung dan kembali lagi ke Belitung dan Jakarta,” ujar Pria kelahiran tahun 1973 ini.

Konsep awal dari Cleo Guest House adalah untuk menyasar family dengan ukuran kamar yang sangat besar bisa muat sampai 2 extra bed dan masuk sampai 8 orang. “Mulai pengerjaannya dari tahun 2012 dan mulai operasionalnya pada tahun 2013. Saya lihat prospeknya sangat bagus sehingga sekarang sedang dibangun penambahan 7 kamar lagi,”katanya.

Pemilik Cleo Guest House / Destinasi Bandung
Pemilik Cleo Guest House / Destinasi Bandung

Penamaan Cleo Guest House, kata dia terinspirasi dari nama anaknya yang paling besar yakni Cleon dari bahasa Jerman.

Berto mengatakan membangun Guest House ini tidak semudah yang dibayangkan. Dirinya mengenang sebetulnya background pendidikannya adalah Hubungan Internasional.

Berto menghabiskan masa kecilnya di Belitung Timur hingga SMA. Setelah lulus SMA dia ikut bersama neneknya merantau ke Jakarta.
“Kalau tinggal di kampung nanti tidak akan maju, kakak saya nyuratin untuk harus kerja di Jakarta dan harus berkembang,”bebernya.

Setelah lulus dari SMA Berto sempat berganti kuliah di beberapa kampus. Awalnya dia dengan kakaknya kuliah di Atma Jaya yang jaraknya cukup jauh dari kediamanya di Kelapa Gading karena berkali-kali naik bus.

Akhirnya di Atma Jaya kuliahnya tidak di teruskan dan mendaftar kuliah di Bandung langsung kuliah di dua kampus yang berbeda yakni di Unpar mengambil jurusan Hubungan Internasional dan STMIK Bandung mengambil jurusan Teknik Informatika. “Sambil kuliah saya kerja di pabrik karena tinggal dari kampung saya enggak ada modal untuk kuliah,”katanya.

Pemilik Cleo Guest House / Destinasi Bandung
Pemilik Cleo Guest House / Destinasi Bandung

Setelah itu mulai usaha kecil-kecilan dengan menyewa etalase di minimarket dengan buka usaha fotocopy dan jualan pulsa. Dan mulai jual alat-alat play station dan gaming dan jual aksesoris wanita seperti bandana, cincin, gelang. Selain di Bandung, sudah buka cabang Medan, Makasar dan Banten.

Berto mengatakan, Motto hidupnya adalah kalau orang berhasil itu bukan seberapa banyak dia bisa mencapai sesuatu yang dia inginkan dalam hidup itu, karena misalkan kalau dari keluarga orang kaya semua bisa dicapai tidak bisa dianggap sebagai suatu keberhasilan. “Keberhasilan itu diukur dari titik dimana dia mulai berjalan dan sampai satu titik dimana jarak yang ditempuh sampai titik akhirnya itu bisa diukur dari titik keberhasilan,”katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, kalau orang berhasil itu bukan dilihat dari seberapa banyak dia mencapai keberhasilan dari hidup, tetapi seberapa banyak dia bangun lagi setiap kali dia jatuh.

Berto pengagum motivator Tung Desem Waringin ini mengatakan , Kiat-kiat agar tetap bertahan di dunia perhotelan adalah harus membuat pembeda.

Karena biasanya guest house secara umum ukuran kamarnya terbatas dan kecil, sementara geust house yang dia bangun ukuran kamarnya lebih luas.

Selain itu , kata Berto, pelayanannya harus lebih ramah dan memudahkan cara booking dan pembayaran secara online. Karena meskipun Guest House , Cleo Guest House sudah dilengkapi dengan EDC semua bank apa saja sehingga memudahkan tamu apabila tidak membawa uang cash.