Halal Bihalal PHRI Jawa Barat: Dodi Ahmad Sofiandi Tegaskan Optimisme Industri Hotel di Tengah Tantangan Ekonomi

oleh -238 Dilihat
Halal Bihalal PHRI Jawa Barat di Bandung, Dodi Ahmad Sofiandi Tegaskan Optimisme Industri Hotel di Tengah Tantangan Ekonomi
Halal Bihalal PHRI Jawa Barat di Bandung, Dodi Ahmad Sofiandi Tegaskan Optimisme Industri Hotel di Tengah Tantangan Ekonomi

DESTINASI BANDUNG- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menggelar acara Halal Bihalal yang berlangsung di ARTOTEL Suites Aquila Bandung pada Jumat, 17 April 2026.

Kegiatan Halal Bihalal PHRI Jawa Barat  ini menjadi momentum penting bagi para pelaku industri perhotelan dan restoran untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung.

Halal Bihalal PHRI Jawa Barat di Bandung, Dodi Ahmad Sofiandi Tegaskan Optimisme Industri Hotel di Tengah Tantangan Ekonomi
Halal Bihalal PHRI Jawa Barat di Bandung, Dodi Ahmad Sofiandi Tegaskan Optimisme Industri Hotel di Tengah Tantangan Ekonomi

Acara Halal Bihalal tersebut dihadiri oleh Ketua DPD PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menjaga stabilitas industri pariwisata dan perhotelan di Jawa Barat.

Baca Juga: rentalaja Resmi Hadir di Bandung, Solusi Sewa Motor Praktis dan Terjangkau

Dalam sambutannya, Dodi menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan.

Ia menyebut momentum tersebut sebagai ruang strategis untuk memperkuat kebersamaan serta menyatukan langkah menghadapi masa depan industri yang penuh dinamika.

“Momentum ini bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang untuk memperkuat sinergi, mempererat kolaborasi, serta menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Dodi.

Simbol Optimisme di Tengah Tekanan Ekonomi

Dodi mengakui bahwa kondisi ekonomi saat ini masih menghadapi tekanan yang berdampak langsung pada sektor perhotelan dan restoran. Namun, ia menilai terselenggaranya acara Halal Bihalal PHRI Jawa Barat menjadi simbol optimisme dan semangat kebangkitan industri di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Menurutnya, fase perlambatan ekonomi merupakan bagian dari siklus industri yang harus dihadapi dengan kesabaran serta strategi yang tepat. Ia mengajak seluruh anggota PHRI Jawa Barat untuk tetap bertahan sekaligus mencari peluang baru di tengah perubahan pasar.

“Ya, saya mengharapkan kepada anggota PHRI Jawa Barat untuk bersabar saja. Kondisi ini bagian dari siklus industri yang perlu disikapi dengan strategi yang tepat,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa tingkat okupansi hotel di sejumlah wilayah mengalami penyesuaian, terutama pada segmen hotel bintang tiga ke bawah.

Saat ini, rata-rata tingkat hunian berada di angka sekitar 30 persen, sementara biaya operasional minimal berada di kisaran 40 persen dari pendapatan hotel.

Meski demikian, Dodi menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk melakukan inovasi, baik dalam layanan maupun strategi pemasaran.

Dorongan Inovasi dan Strategi Mandiri

Dalam menghadapi persaingan yang semakin dinamis, Dodi mendorong seluruh anggota PHRI Jawa Barat untuk tidak hanya bergantung pada pasar pemerintah.

Ia menekankan pentingnya diversifikasi pasar dengan memanfaatkan peluang dari berbagai segmen, termasuk wisata domestik dan kegiatan industri kreatif.

Saat ini, banyak hotel mulai mengembangkan strategi mandiri, seperti penyusunan paket wisata tematik, kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif, hingga optimalisasi platform digital untuk menjangkau pelanggan baru.

“Masing-masing hotel sekarang sudah mencari market sendiri melalui berbagai cara. Mereka sudah berusaha mencari pasar sendiri,” ungkapnya.

Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai sinyal positif bahwa industri perhotelan Jawa Barat memiliki daya tahan yang cukup kuat.

Kreativitas dan inovasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan ekonomi.

Gotong Royong Jadi Kunci Sukses Acara

Dodi juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan penyelenggaraan Halal Bihalal PHRI Jawa Barat tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Ia menyebut kegiatan ini merupakan hasil gotong royong antara pengurus PHRI, anggota hotel dan restoran, serta mitra kerja yang secara konsisten mendukung agenda organisasi.

Berbagai kegiatan organisasi sebelumnya, seperti Rapat Kerja Daerah (RAKERDA), Musyawarah Daerah (MUSDA), hingga Safari Ramadan, menjadi rangkaian kegiatan yang berpuncak pada acara Halal Bihalal tersebut.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada para sponsor dan mitra kerja yang telah mendukung berbagai agenda organisasi,” katanya.

Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam organisasi menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan industri di masa mendatang.

Soroti Pentingnya Penataan Ekosistem Industri

Selain menyoroti tantangan ekonomi, Dodi juga menekankan pentingnya penataan ekosistem industri secara menyeluruh. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan akomodasi yang tidak memiliki izin resmi, seperti vila atau rumah kos yang beroperasi layaknya hotel.

Menurutnya, praktik tersebut dapat menggerus pasar hotel resmi dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan pengawasan agar tercipta iklim usaha yang adil bagi seluruh pelaku industri.

“Mudah-mudahan pemerintah dapat melaksanakan pengawasan dengan baik agar tercipta iklim usaha yang sehat,” ujarnya.

Harapan Kebangkitan Industri Perhotelan

Di tengah berbagai tantangan yang ada, Dodi tetap optimistis terhadap masa depan industri perhotelan di Jawa Barat. Ia melihat peluang jangka panjang masih terbuka, terutama dengan meningkatnya minat wisata domestik serta potensi penyelenggaraan berbagai event besar yang dapat mendongkrak tingkat okupansi hotel.

Ia juga menilai bahwa meskipun investasi baru di sektor perhotelan saat ini cenderung melambat, kondisi tersebut memberi ruang bagi pelaku usaha yang sudah ada untuk memperkuat fondasi bisnis mereka.

Halal Bihalal PHRI Jawa Barat pun menjadi simbol nyata bahwa semangat kebersamaan dan kolaborasi tetap menjadi kekuatan utama industri dalam menghadapi masa depan.

“Ya mudah-mudahan ke depan ada perbaikan lagi, minimal okupansi bisa menutupi biaya operasional,” tutup Dodi dengan penuh harap.