Jumat, Juli 19, 2024
BerandaBisnisSetelah Berhasil Produksi IndoVac, Presiden Minta Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN dorong...

Setelah Berhasil Produksi IndoVac, Presiden Minta Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN dorong Bio Farma Terus Berinovasi

DESTINASI BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) terus berkomitmen agar Vaksin
IndoVac, yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 Oktober 2022, dapat
memberikan manfaat besar bagi sektor kesehatan di Tanah Air.

Oleh sebab itu, Bio Farma terus bekerja sama dengan berbagai universitas di dalam negeri dalam melakukan uji klinis IndoVac baik untuk vaksinasi usia 12-17 tahun yang sedang berjalan maupun untuk usia di bawah 12 tahun.

Vaksin IndoVac untuk vaksinasi primer (dosis 1 & 2) untuk usia dewasa (18+) telah
mendapatkan use emergency authorization (EUA) atau izin penggunaan dari Badan
Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 24 September 2022.

Setelah itu Bio Farma telah melaksanakan uji klinis IndoVac untuk vaksinasi lanjutan/penguat (booster) sejak 1 September – 10 Oktober 2022 dan hasil uji itu telah diajukan ke BPOM untuk ditinjau kelayakannya. Bio Farma kini menunggu keputusan BPOM untuk EUA Vaksin IndoVac booster dewasa yang diharapkan keluar akhir Oktober 2022.

Tak berhenti sampai di situ, Bio Farma terus mengembangkan IndoVac agar dapat dierima
sebagai vaksin Covid-19 untuk anak usia 12 – 17 tahun. Uji klinis untuk kelompok usia itu telah berlangsung sejak 6 Oktober 2022. Holding BUMN Farmasi ini mengharapkan UEA IndoVac untuk vaksinasi anak (12-17 tahun) akan diterbitkan BPOM pada awal Desember 2022.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menegaskan bahwa portofolio IndoVac semakin luas demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan vaksin baik primer dewasa, booster dewasa, usia 12-17 tahun, dan vaksinasi untuk anak-anak usia di bawah 12 tahun.

“Dari uji klinis hasil kerja sama para ilmuwan Bio Farma yang bekerja dengan peneliti dari
berbagai universitas di Indonesia, terlihat data ilmiah IndoVac memiliki keamanan yang baik, memiliki efektivitas yang lebih bagus dari vaksin pembanding dengan efikasi di atas 80%, serta halal. Bahkan yang paling penting, seperti yang telah disampaikan Bapak Presiden Jokowi saat peluncuran IndoVac, ini adalah produksi dalam negeri karya putra-putri terbaik bangsa, khususnya kaum muda. Selanjutnya, kalau memang diperlukan, kami siap melakukan uji klinis vaksinasi untuk anak usia 11 tahun ke bawah,” tuturnya, Jumat (14/10/2022).

PERAN PENTING UNIVERSITAS

Dalam melakukan riset dan penelitian IndoVac, Bio Farma menggandeng tujuh fakultas
kedokteran; yaitu dari Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas,
dan Universitas Hasanuddin untuk menjalankan uji klinis dosis primer, serta Universitas
Padjadjaran dan Universitas Udayana untuk uji klinis dosis booster.

Tiga fakultas kedokteran, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Andalas sebagai pusat uji klinis vaksin IndoVac untuk anak usia 12-17 tahun.

Saat peluncuran Vaksin IndoVac, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa selama ini Bio Farma
telah memproduksi berbagai jenis vaksin hingga 3 miliar dosis yang telah diekspor ke 153
negara.

“Indonesia melalui Bio Farma adalah produsen vaksin yang masuk 5 besar dunia. Bio
Farma memproduksi bermacam-macam vaksin, seperti polio, difteri, meningitis, flu, campak, dan terakhir yang diluncurkan hari ini vaksin Covid-19 dan kita beri nama IndoVac. Untuk vaksin polio saja, 2/3 kebutuhan dunia disuplai dari Indonesia, luar biasa,” kata Jokowi saat acara Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac di Gedung Bio Farma, Bandung, Kamis (13/10/2022).

Presiden menyebutkan keberhasilan Bio Farma dalam memproduksi IndoVac merupakan
kerja keras sumber daya manusia (SDM) muda. “Menteri BUMN, Menteri Kesehatan, dorong
terus Bio Farma untuk menghasilkan inovasi dan revenue besar bagi negara dan kita memiliki kemandirian.”

Dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri BUMN Erick
Thohir turut mendampingi Presiden. Erick Thohir dalam sambutannya mengatakan bahwa
selain ketahanan pangan, energi, sektor kesehatan juga penting bagi Indonesia. Di era yang penuh dengan ketidakpastian global saat ini, katanya, penting untuk mandiri dan berdaulat.

“Bagaimana kita bisa mulai produksi vaksin, ini sebagai langkah awal. Selanjutnya Bio Farma harus mengembangkan R and D-nya.”

IndoVac merupakan Vaksin COVID-19 berbasis teknologi subunit rekombinan protein yang
digunakan sebagai imunisasi aktif terhadap COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV2. IndoVac juga telah memperoleh fatwa halal dan MUI dan sertifikat halal dari BPJPH, Kementerian Agama dan merupakan produk dalam negeri hasil karya anak bangsa dengan
tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai sekitar 90%.

RELATED ARTICLES

Most Popular